Logo Fraksi PKS

Website Resmi
Fraksi Partai Keadilan Sejahtera

Fraksi PKS Kreatif, Atraktif, Substantif

Tahun Baru Hijriah 1448 H: Momentum Moralitas dan Kebangkitan Nilai

 

Oleh: Mohamad Sohibul Iman Ketua Majelis Syura Partai Keadilan Sejahtera Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah bukan sekadar penanda pergantian kalender. Hijrah yang menjadi dasar penanggalan Islam merupakan peristiwa monumental yang mengubah arah sejarah dan peradaban manusia. Peristiwa hijrah Rasulullah SAW dari Makkah ke Madinah tidak hanya bermakna perpindahan fisik, tetapi juga transformasi nilai,

Dari Hormuz ke Jakarta: Membaca Perang AS–Iran dan Implikasinya bagi Indonesia

 

Oleh: Dr. Sukamta Wakil Ketua Komisi I DPR RI Ketika rudal saling meluncur di Timur Tengah, banyak orang Indonesia menganggapnya sebagai peristiwa yang jauh dari kehidupan sehari-hari. Perang antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran dipandang sebagai konflik regional yang hanya relevan bagi kawasan Timur Tengah. Padahal, dalam dunia yang saling terhubung seperti saat ini, jarak

Pancasila di Tengah Persaingan Geopolitik Dunia

 

Oleh: Jazuli Juwaini Anggota DPR RI Fraksi PKS; Ketua Umum Pengurus Besar Mathla’ul Anwar; Ketua Umum Ikatan Doktor Ilmu Manajemen (IKADIM) Pancasila lahir sebagai dasar negara, pandangan hidup bangsa, sekaligus titik temu berbagai kekuatan sosial, politik, dan budaya yang membentuk Indonesia. Selama lebih dari tujuh dekade, Pancasila telah memainkan peran penting dalam menjaga persatuan nasional

Pancasila di Tengah Kebisingan Politik: Menemukan Kembali Arah Bangsa

 

Oleh: Johan Rosihan Sekretaris Fraksi PKS MPR RI Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKS Tanggal 1 Juni selalu mengingatkan kita pada sebuah momentum historis ketika para pendiri bangsa meletakkan fondasi filosofis bagi Indonesia merdeka. Pancasila lahir sebagai dasar negara sekaligus titik temu dari keragaman gagasan, keyakinan, budaya, dan kepentingan yang hidup di tengah masyarakat

Semangat Nabi Ibrahim dari Lereng Dieng

 

Oleh: Habib Aboe Bakar Alhabsyi Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PKS Setiap kali takbir Iduladha berkumandang, perhatian umat Islam sedunia biasanya tertuju pada kemegahan ibadah haji di Tanah Suci Makkah dan visualisasi penyembelihan hewan kurban di kota-kota besar. Namun, di lekukan dataran tinggi yang berhawa sejuk, tepatnya di Dusun Krajan, Desa Batur, Kecamatan Batur,

Refleksi Idul Adha: Tentang Pengorbanan, Keikhlasan, dan Kemanusiaan

 

Oleh: Muhammad Kholid Sekjen Partai Keadilan Sejahtera Setiap tahun, umat Islam di seluruh dunia merayakan Hari Raya Idul Adha dengan gema takbir yang memenuhi langit dan hati manusia. Di balik penyembelihan hewan kurban dan suasana kebersamaan, Idul Adha sesungguhnya menyimpan makna spiritual yang sangat dalam. Ia bukan hanya ritual tahunan, tetapi momentum refleksi tentang iman,

Hardiknas 2026, Momentum Perkuat Akses dan Kualitas Pendidikan

 

Oleh: Saadiah Uluputty, S.T. Anggota DPR RI Fraksi PKS Selamat Hari Pendidikan Nasional 2026 Kemarin, di sela kegiatan talkshow Hari Kartini di Banda Neira, saya menyampaikan satu hal yang terus saya yakini hingga hari ini, bahwa pendidikan dan ilmu pengetahuan adalah jalan paling penting dan pasti untuk mengangkat harkat dan martabat manusia. Allah SWT sendiri

Pendidikan Dalam Keluarga untuk Wujudkan Generasi Cerdas Berkarakter

 

Oleh: Dr. Hj. Kurniasih Mufidayati, M.Si. Ketua Bidang Pendidikan dan Kesehatan DPP PKS — Wakil Ketua Komisi X DPR RI Meningkatnya kasus-kasus yang melibatkan anak dan remaja seperti bullying dan pelecehan seksual di Indonesia menghentak perhatian kita semua. Kasus bullying tidak hanya terjadi di perkotaan, namun juga di pedesaan. Tidak hanya terjadi di lingkungan masyarakat,

Kartini dan Amanah Peradaban: Memuliakan Ilmu, Menguatkan Bangsa

 

Oleh: Anis Byarwati Anggota DPR RI Fraksi PKS Nama Raden Ajeng Kartini senantiasa hadir dalam ingatan kolektif bangsa. Namun, Kartini bukan sekadar simbol perjuangan perempuan. Ia adalah suara nurani yang mengingatkan bahwa kemajuan bangsa bertumpu pada pemuliaan manusia melalui pendidikan, akhlak, dan kualitas kehidupan. Kartini hidup dalam keterbatasan zamannya. Akses pendidikan sangat terbatas, ruang gerak