Logo Fraksi PKS

Website Resmi
Fraksi Partai Keadilan Sejahtera

Fraksi PKS Kreatif, Atraktif, Substantif

TPPO Lintas Negara: Ujian Nyata Perlindungan WNI oleh Negara

 

Oleh: H. Mahfudz Abdurrahman, S.Sos. Anggota Komisi I DPR RI Pemulangan sembilan Warga Negara Indonesia (WNI) korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dari Kamboja pada Jumat, 26 Desember 2025, patut diapresiasi. Langkah ini menunjukkan bahwa negara hadir melalui kerja diplomasi perlindungan WNI yang dilakukan oleh Kementerian Luar Negeri dan Perwakilan RI di luar negeri. Di

Menjaga Nalar dan Data Bangsa: Fondasi Asta Cita Menuju Indonesia Emas

 

Oleh: Dr. Hj. Kurniasih Mufidayati, M.Si. Wakil Ketua Komisi X DPR RI Fraksi PKS Asta Cita Presiden Prabowo Subianto menempatkan pembangunan manusia sebagai fondasi utama menuju Indonesia Emas 2045. Namun pembangunan manusia tidak cukup dimaknai sebatas pembangunan fisik—gedung sekolah, laboratorium, atau fasilitas olahraga. Lebih dari itu, pembangunan manusia adalah pembangunan nalar, budaya berpikir ilmiah, serta

Menjahit Harapan Baru Pendidikan, Kebudayaan, dan Olahraga

 

Oleh: Dr. Hj. Kurniasih Mufidayati, M.Si. (Wakil Ketua Komisi X DPR RI Fraksi PKS) Pemisahan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi menjadi beberapa entitas, serta penguatan posisi kepemudaan dan olahraga dalam Kabinet Merah Putih, merupakan langkah berani yang mencerminkan kesungguhan pemerintah dalam menjalankan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya pada agenda pembangunan manusia Indonesia yang

Penegakan Hukum 2026: Merawat Keadilan di Era Transisi

 

Oleh: Habib Aboe Bakar Alhabsyi (Anggota Komisi III DPR RI F-PKS) Dunia penegakan hukum di Indonesia saat ini berada dalam situasi sangat penting. Tahun 2026 menjadi tonggak peradaban hukum, awal perubahan hukum yang paling penting sejak kemerdekaan, khususnya dalam bidang pidana. Dengan diimplementasikannya Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Nasional dan KUHAP yang baru, perspektif kita

Bangkit Negeri, Ayo Basamo Pulihkan Bencana Sumatera

 

Oleh: Nevi Zuairina Anggota DPR RI Dapil Sumbar II Bencana banjir bandang yang melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat telah meninggalkan luka yang mendalam bagi masyarakat. Air bah yang datang tanpa aba-aba membawa material kayu, lumpur, dan batu, menghancurkan rumah-rumah warga, fasilitas umum, serta merenggut nyawa. Duka itu tidak hanya dirasakan oleh daerah terdampak,

Kematangan Elite Menuju Demokrasi yang Berkualitas

 

Oleh: Mohamad Sohibul Iman (Ketua Majelis Syura PKS) Teringat kisah indahnya persahabatan para tokoh bangsa yang diceritakan dengan sangat apik oleh Tempo dalam buku “Natsir Politik Santun Di Antara Dua Rezim.” Mohamad Natsir sebagai tokoh partai Islam Masyumi ketika itu dengan Ignatius Joseph Kasimo, tokoh partai Katolik Indonesia. Keduanya sering terlihat berdebat sangat tajam dalam

Tangis Sumatera Makin Dalam: 914 Jiwa Melayang, Ratusan Hilang, Saatnya Segera Tetapkan Status Bencana Nasional

 

Oleh: Hj. Nevi Zuairina Anggota DPR RI Dapil Sumbar II Pembina Istri Pimpinan Daerah, Bidang Pembinaan Pejabat Publik, DPP PKS Bumi Sumatera sedang berduka. Dalam sekejap saja, air bah, lumpur, dan longsor menerjang kampung-kampung, menghapus jejak-jejak kehidupan yang selama bertahun-tahun dibangun warga dengan jerih payah. Sungai yang dulu menghidupi, tiba-tiba berubah menjadi arus kematian. Dan

Jalan Menuju Kesejahteraan: Pangkas Underground Economy & Rent Seeking

 

Oleh: Mohamad Sohibul Iman Ketua Majelis Syura PKS Dominik H. Enste dan Friedrich Schneider dalam salah satu tulisannya yang terbit di Journal of Economic Literature vol. 38, no. 1, March 2000, berjudul “Shadow Economies: Size, Causes, and Consequences”, mengungkapkan beberapa aktivitas yang merupakan bagian dari ekonomi bawah tanah (underground economy), di antaranya adalah perdagangan narkoba,

Kesehatan Finansial Keluarga: Pilar Utama Ketahanan Ekonomi Nasional

 

Oleh: Anis Byarwati (Anggota Komisi XI DPR RI) Membangun Indonesia yang inklusif, adil, dan tangguh adalah cita-cita kolektif. Namun, implementasi visi besar ini harus dimulai dari fondasi paling dasar: penguatan kesehatan finansial di tingkat rumah tangga. Keluarga merupakan unit terkecil dalam tatanan ekonomi makro. Jika fondasi ekonomi mikro ini rapuh, ia berpotensi besar menimbulkan risiko