Perdana Bicara Di PBB, Pimpinan MPR Berharap Jokowi Tegas Soal OPM
Rencana Presiden Joko Widodo untuk memberikan pidato dalam sidang umum PBB pada (22/9) mendatang diapresiasi pimpinan Majelis Permusyawaratan Perwakilan (MPR RI).
Rencana Presiden Joko Widodo untuk memberikan pidato dalam sidang umum PBB pada (22/9) mendatang diapresiasi pimpinan Majelis Permusyawaratan Perwakilan (MPR RI).
Presiden Joko Widodo diminta turut membahas vaksin Covid-19 saat memberikan pidato di Sidang Umum PBB pada 22 September 2020 mendatang secara virtual. Harapan ini disampaikan Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid
PKS menanggapi mantan calon wakil presiden (Cawapres) Sandiaga Uno yang turun jadi Tim Pemenangan Bobby Nasution di Pilkada Kota Medan. PKS Merasa tidak perlu menurunkan tokoh nasional untuk mendukung peserta pemilu yang diusungnya.
Politikus PKS Mardani Ali Sera mengatakan, kemampuan preventif perlu digencarkan karena masyarakat dan organisasi kemasyarakatan menjadi garda terdepan. Masyarakat berperan penting dalam memutus rantai penularan virus Sars Cov-II.
Anggota Komisi II DPR RI Nasir Djamil turut prihatin atas musibah yang menimpa Arief Budiman dan sejumlah penyelenggara pemilu di daerah yang terpapar Covid-19.
Menanggapi itu, Anggota Komisi II DPR Fraksi PKS, Mardani Ali Sera, mengatakan keselamatan masyarakat menjadi hal utama yang harus diperhatikan.
Menurut Mardani, gelontoran duit Rp 20 triliun dari negara untuk menambal 4 juta pemegang polis yang terseret kasus gagal asuransi jiwa itu menjadi preseden buruk bagi perekonomian nasional. Apalagi, dalam kondisi pandemik Covid-19 seperti saat ini.
Anggota Komisi II DPR RI Fraksi PKS Mardani Ali Sera menilai diperbolehkannya konser musik di tengah pandemi Covid-19 tak ubahnya lelucon yang harus dilawan.
Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera mengatakan fenomena banyaknya pasangan calon tunggal dalam Pilkada Serentak 2020 menunjukkan sakitnya demokrasi Indonesia.
Anggota Komisi III DPR, M. Nasir Djamil menilai ucapan seorang menteri kabinet Presiden Joko Widodo seperti itu tidak etis. Pasalnya, ucapan tersebut seolah tidak menunjukkan empati kepada para tenaga medis yang telah gugur.