Logo Fraksi PKS

Website Resmi
Fraksi Partai Keadilan Sejahtera

Fraksi PKS Kreatif, Atraktif, Substantif

Ledia Hanifa Ajak Penerima KIP Kuliah Kembangkan Keterampilan Wirausaha melalui Lomba Proposal Bisnis

 

Facebook Twitter WhatsApp Telegram

Bandung (24/07) — Anggota DPR RI Komisi X dari daerah pemilihan Jawa Barat I, Ledia Hanifa Amaliah, mendorong mahasiswa penerima KIP Kuliah untuk mengembangkan keterampilan kewirausahaan sebagai bekal menghadapi masa depan.

Hal tersebut disampaikan Ledia saat membuka kegiatan Penilaian Proposal Bisnis Kewirausahaan Mahasiswa Penerima KIP Kuliah di Institut Teknologi Nasional (Itenas) dan Universitas Winayamukti (Unwim), Bandung, Ahad (19/7/2026).

Kegiatan Lomba Kewirausahaan Mahasiswa ini adalah bagian dari rangkaian program pembinaan yang diberikan Ledia kepada para mahasiswa penerima KIP Kuliah untuk membekali mereka dengan keterampilan yang dapat mendukung kehidupan mereka setelah lulus.

“Ibu Ledia di sini berharap, kalian bukan cuma berprestasi akademis, tapi juga punya keterampilan hidup, yang nanti akan menopang hidup kalian, keluarga, dan tentu dukungannya nanti buat bangsa,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pembinaan bagi penerima KIP Kuliah dilakukan dengan berbagai pendekatan sesuai dengan kebutuhan mahasiswa. Sebelumnya, pembinaan yang sudah dilakukan antara lain pelatihan manajemen waktu, cara belajar, pengelolaan emosi, hingga pengelolaan keuangan.

Lalu, sejak tahun 2025 lalu pembinaan pun dikembangkan dengan membuat Lomba Kewirausahaan. Sebab, lanjut Ledia, kewirausahaan adalah salah satu keterampilan penting yang perlu dikembangkan mahasiswa terlebih dengan perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan yang turut mengubah kebutuhan dunia kerja.

“Pelatihan manajemen waktunya sudah, pelatihan mengelola keuangan sudah, maka kemudian kita lanjut berlatih wirausaha agar semakin terampil dan syukur-syukur bisa mengembangkan uang saku yang diterima agar menjadi lebih bermanfaat,” kata Ledia.

Lewat lomba ini, mahasiswa dilatih mengembangkan proposal bisnis dengan memperhatikan berbagai aspek penilaian, mulai dari kreativitas dan peluang usaha, inovasi, analisis pasar, rencana operasional, strategi pemasaran, kelayakan keuangan, dampak usaha, hingga sistematika dan kreativitas proposal, tentu dengan arahan dan bimbingan dosen dari masing-masing kampus.

Kelompok wirausaha yang terbentuk di kampus ini akan mempresentasikan proposal bisnisnya dan dinilai oleh dewan juri yang terdiri atas perwakilan kampus dan perwakilan dari Ideapreneur, satu lembaga pelaku wirausaha yang sejak tahun lalu sudah bekerja sama untuk menjadi juri, membimbing kelompok wirausaha yang terbentuk bahkan membuka peluang para mahasiswa yang juara untuk berusaha di luar kampus.

Selain mengembangkan keterampilan usaha, lomba ini juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk belajar berkompetisi. Dari 12 kampus swasta yang berpartisipasi pada tahun ini, dari masing-masing kampus, ada 6 hingga 10 kelompok usaha mahasiswa yang mengikuti ajang penilaian proposal. Selanjutnya, tiga kelompok terbaik dari masing-masing kampus akan dipilih untuk mengikuti tahap kompetisi antarkampus pada 2 Agustus 2026.

“Kenapa harus dilombakan antarkampus? Agar mahasiswa terlatih berkompetisi, sebab dalam hidup itu memang penuh kompetisi, apalagi dalam dunia bisnis. Makin diasah tentu akan makin terampil menghadapi kompetisi,” ujarnya.

Ledia juga menjelaskan, kompetisi ini tidak hanya bertujuan untuk mencari pemenang, tetapi juga berlatih menghadapi persaingan sekaligus melatih kemampuan memperkenalkan produk pada hadirin.

Tak hanya itu, kepada para mahasiswa Ledia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas bidang dalam membangun usaha. Menurutnya, pengembangan bisnis tidak hanya membutuhkan kemampuan teknis, tetapi juga keahlian dari berbagai bidang lain, seperti hukum, pemasaran, teknologi, dan bidang lainnya. Terbukti, dari kelompok-kelompok yang maju lomba ada gabungan mahasiswa antarjurusan bahkan fakultas.

“Kalau bikin bisnis itu kan misalnya perlu anak fakultas hukumnya yang ngerti legalnya, terus juga perlu ada anak marketingnya supaya penjualannya bagus dan usahanya dikenal, juga anak desainnya dan lain sebagainya, jadi ini juga sebenarnya melatih kolaborasi,” lanjut Ledia.

Berbeda dari pelaksanaan tahun sebelumnya, tahap final tahun ini juga akan melibatkan masyarakat umum sebagai undangan. Hal ini diharapkan dapat melatih mahasiswa berinteraksi langsung dengan calon konsumen sekaligus melihat respons masyarakat terhadap produk yang mereka kembangkan. Bagi para juara dan finalis, sebagaimana tahun lalu, selain memperoleh piala dan sertifikat mereka juga akan mendapat hadiah uang pembinaan.

Lewat Lomba Kewirausahaan Mahasiswa ini Ledia berharap, mahasiswa penerima KIP Kuliah dapat terus mengembangkan potensi diri, baik melalui prestasi akademik maupun keterampilan kewirausahaan.