Jakarta (23/07) — Anggota Komisi X DPR RI Fraksi PKS, Ledia Hanifa Amaliah, menyampaikan sejumlah masukan kepada Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dalam Rapat Kerja Komisi X DPR RI bersama BRIN (16/7/2026).
Pada awal penyampaiannya, Ledia mengapresiasi BRIN yang kembali memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas laporan keuangannya. Menurutnya, capaian tersebut perlu dipertahankan seiring dengan semakin besarnya peran BRIN dalam mendukung pengembangan riset di Indonesia.
“Saya melihat banyak riset yang menarik dan terus berkembang. Penelitinya juga berasal dari berbagai pusat riset sehingga kolaborasinya terlihat semakin baik,” ujar Ledia.
Ledia lalu menceritakan pengalamannya saat mengunjungi Kawasan Sains dan Teknologi (KST) BRIN di Bandung beberapa waktu lalu. Menurutnya, kunjungan tersebut memberikan gambaran mengenai banyaknya penelitian yang sedang dikembangkan dan besarnya potensi yang dimiliki para peneliti di BRIN.
Contohnya, kata Ledia, hadirnya berbagai penelitian di bidang kesehatan dan pertanian yang memiliki manfaat langsung bagi masyarakat, mulai dari teknologi deteksi kesehatan hingga pemanfaatan teknologi untuk mendukung produktivitas pertanian. Menurutnya, penelitian seperti ini perlu terus dikembangkan agar manfaatnya benar-benar dapat dirasakan oleh masyarakat.
Begitu pula, hasil penelitian yang sudah memasuki tahap prototipe juga perlu mendapat perhatian. Ia berharap BRIN dapat mendorong hasil-hasil riset tersebut hingga masuk ke tahap hilirisasi dan dapat dimanfaatkan oleh dunia industri maupun masyarakat.
Masih terkait perkembangan riset, Ledia kemudian menyoroti soal pemanfaatan pinjaman luar negeri dan hibah luar negeri yang bertujuan mendukung kegiatan riset. Ia mengingatkan sumber pendanaan tersebut harus dimanfaatkan secara lebih optimal dengan mengacu pada prioritas riset nasional, sehingga penggunaannya lebih terarah dan hasilnya dapat memberikan manfaat yang lebih besar.
“Dana abadi riset kita kan tidak besar, maka adanya pinjaman maupun hibah dari luar negeri adalah peluang besar. Namun saya tidak pernah bosan mengingatkan perlunya riset-riset itu mengacu pada rencana induk riset nasional. Apa saja riset-riset yang paling dibutuhkan saat ini dan ke depannya. Sehingga ketika ada dana pinjaman atau hibah sudah tahu mau melakukan riset apa yang prioritas secara nasional,” kata Ledia.
Riset yang punya acuan skala prioritas nasional, lanjut Ledia, selain tentu punya manfaat besar juga bila sudah selesai bisa dikomersialkan.
“Dengan demikian dia mungkin bisa membiayai dirinya sendiri selama riset saat itu sekaligus bisa untuk membayar pinjaman itu dan bahkan mungkin untuk melanjutkan riset selanjutnya,” lanjutnya.
Sekretaris Fraksi PKS DPR RI ini kemudian mendorong agar kerja sama antara BRIN dan perguruan tinggi terus diperkuat. Sebab sesungguhnya banyak penelitian yang dilakukan mahasiswa memiliki potensi untuk dikembangkan lebih lanjut apabila didukung dengan fasilitas dan sumber daya yang dimiliki BRIN.
Di akhir penyampaiannya, Ledia berharap pengelolaan pendanaan riset, penentuan prioritas penelitian, serta proses hilirisasi terus diperkuat. Dengan demikian, hasil-hasil penelitian tidak hanya berhenti sebagai prototipe, tetapi dapat digunakan secara luas dan memberikan manfaat bagi pembangunan nasional.