Logo Fraksi PKS

Website Resmi
Fraksi Partai Keadilan Sejahtera

Fraksi PKS Kreatif, Atraktif, Substantif

Karhutla Kalimantan Tembus Negara Tetangga, Saadiah: Ini Alarm bagi Kita Semua

 

Facebook Twitter WhatsApp Telegram

Jakarta (21/08) — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kalimantan kembali menjadi perhatian serius. Dampak kebakaran tidak hanya mengancam kelestarian lingkungan dan keselamatan masyarakat di dalam negeri, tetapi juga mulai dirasakan hingga ke negara tetangga, Jumat (21/8/2026).

Anggota Komisi XIII DPR RI Fraksi PKS Dapil Maluku, Saadiah Uluputty, menilai kondisi tersebut harus menjadi alarm bagi pemerintah dan seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat upaya pencegahan serta penanganan karhutla secara menyeluruh.

“Karhutla Kalimantan bukan sekadar persoalan lingkungan. Ketika asap sudah mengganggu masyarakat hingga negara tetangga, ini menjadi alarm bagi kita semua,” tegas Saadiah.

Menurut Saadiah, penanganan karhutla tidak boleh hanya berorientasi pada pemadaman ketika kebakaran sudah meluas. Pemerintah perlu memperkuat sistem pencegahan, pengawasan, dan deteksi dini, sekaligus memastikan penegakan hukum berjalan tegas terhadap pihak yang terbukti melakukan pelanggaran.

“Pemerintah perlu memperkuat pemadaman sekaligus pencegahan, pengawasan, dan penegakan hukum. Jangan menunggu api membesar baru bertindak. Kita harus mampu mencegah sebelum dampaknya semakin luas,” ujarnya.

Saadiah menekankan bahwa karhutla memiliki konsekuensi yang jauh lebih besar daripada kerusakan ekosistem. Kabut asap dapat mengganggu kesehatan masyarakat, aktivitas pendidikan, transportasi, perekonomian, hingga hubungan dan kerja sama antarnegara.

Karena itu, ia mendorong adanya koordinasi yang lebih kuat antara pemerintah pusat dan daerah, aparat penegak hukum, pengelola kawasan hutan, serta masyarakat dalam membangun sistem pengendalian karhutla yang berkelanjutan.

Di sisi lain, Saadiah mengingatkan pentingnya memastikan masyarakat menjadi bagian utama dalam upaya pencegahan. Edukasi, pengawasan berbasis masyarakat, serta respons cepat terhadap titik-titik rawan kebakaran perlu terus diperkuat.

“Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama. Jangan sampai masyarakat terus menjadi pihak yang paling dirugikan ketika karhutla terjadi,” kata Saadiah.

Ia juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga hutan dan lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab bersama.

“Mari jaga hutan, lindungi masyarakat, dan hentikan karhutla sebelum dampaknya semakin luas. Hutan bukan hanya sumber daya alam, tetapi juga ruang hidup yang harus kita lindungi bersama,” pungkasnya.