Jakarta (17/08) — Anggota Komisi XIII DPR RI dari Fraksi PKS, Saadiah Uluputty, mengajak masyarakat memaknai Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia secara lebih substantif. Menurutnya, kemerdekaan tidak seharusnya berhenti pada seremoni, upacara, dan pengibaran bendera, tetapi harus benar-benar dirasakan dalam kehidupan sehari-hari.
“Kemerdekaan harus dirasakan, bukan sekadar dirayakan,” ujar Saadiah dalam catatan refleksi memperingati 81 tahun Indonesia merdeka, Senin (17/8/2026).
Saadiah menegaskan bahwa kemerdekaan bukanlah akhir dari perjuangan bangsa, melainkan awal dari tanggung jawab besar untuk memastikan negara hadir dan memberikan perlindungan serta kesempatan yang adil bagi seluruh warga negara.
Ia menilai, peringatan kemerdekaan perlu menjadi momentum untuk mengevaluasi sejauh mana nilai-nilai kemerdekaan telah diwujudkan dalam kehidupan masyarakat.
“Sudah sejauh mana kemerdekaan dirasakan dalam kehidupan sehari-hari?” katanya.
Menurut Saadiah, kemerdekaan harus tercermin melalui perlindungan hukum yang adil, penghormatan terhadap hak asasi manusia (HAM), serta kesempatan pendidikan yang layak bagi setiap anak tanpa membedakan latar belakang sosial dan ekonomi.
Selain itu, masyarakat juga harus memiliki ruang yang sehat untuk menyampaikan pendapat, berpartisipasi dalam kehidupan demokrasi, dan ikut menentukan arah masa depan bangsa.
Tantangan Kemerdekaan di Era Digital
Saadiah mengatakan, tantangan dalam mengisi kemerdekaan semakin kompleks seiring perubahan zaman. Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI), derasnya arus informasi, media sosial, perubahan dunia kerja, hingga pertumbuhan ekonomi digital menghadirkan peluang sekaligus tantangan bagi masyarakat.
Karena itu, menurutnya, generasi muda tidak cukup hanya dipersiapkan menjadi pengguna teknologi.
“Generasi muda harus dipersiapkan menjadi manusia yang berkarakter, kritis, kreatif, berintegritas, dan memiliki kesadaran kebangsaan,” tegasnya.
Ia menilai pendidikan menjadi salah satu fondasi penting dalam mengisi kemerdekaan. Pendidikan tidak hanya bertujuan menciptakan sumber daya manusia yang mampu bersaing, tetapi juga membentuk masyarakat yang mampu berpikir secara merdeka dan bertanggung jawab.
“Bangsa yang merdeka membutuhkan masyarakat yang mampu berpikir merdeka, tetapi tetap bertanggung jawab,” ujarnya.
Negara Hukum Harus Menjamin Keadilan
Sebagai anggota Komisi XIII DPR RI yang salah satu ruang lingkup kerjanya berkaitan dengan hukum dan HAM, Saadiah juga menekankan pentingnya memperkuat negara hukum.
Menurut dia, hukum tidak boleh hanya dipahami sebagai seperangkat aturan yang membatasi masyarakat. Hukum harus menjadi instrumen untuk menghadirkan keadilan, melindungi hak warga negara, dan memastikan tidak ada pihak yang berada di atas hukum.
“Kemerdekaan harus menghadirkan kesetaraan di hadapan hukum,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa pembangunan nasional harus menempatkan manusia sebagai pusat. Kemajuan ekonomi, pembangunan infrastruktur, transformasi digital, maupun berbagai capaian pembangunan lainnya tidak akan memiliki makna yang utuh apabila masih terdapat warga negara yang merasa haknya tidak terlindungi.
Mengisi Kemerdekaan dengan Keadilan dan Martabat
Saadiah menilai tugas generasi saat ini bukan hanya mempertahankan kemerdekaan yang telah diwariskan para pendahulu, tetapi juga mengisinya dengan berbagai nilai yang memperkuat kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Kita harus mengisi kemerdekaan dengan keadilan, ilmu pengetahuan, integritas, demokrasi, dan penghormatan terhadap martabat manusia,” ujarnya.
Ia berharap Indonesia ke depan dapat terus tumbuh sebagai negara yang kuat dalam hukum, maju dalam pendidikan, teguh dalam demokrasi, serta konsisten dalam menghormati HAM.
Menurut Saadiah, makna kemerdekaan yang sesungguhnya tidak semata-mata terbebas dari penjajahan, tetapi juga terwujud ketika setiap warga negara memiliki kesempatan yang adil untuk hidup secara bermartabat dan membangun masa depannya.
“Kemerdekaan adalah ketika setiap warga negara memiliki kesempatan yang adil untuk hidup bermartabat dan membangun masa depannya,” pungkas Saadiah.