Logo Fraksi PKS

Website Resmi
Fraksi Partai Keadilan Sejahtera

Fraksi PKS Kreatif, Atraktif, Substantif

Saadiah Uluputty Sampaikan Belasungkawa Mendalam atas Gempa NTT

 

Facebook Twitter WhatsApp Telegram

Jakarta (15/08) — Anggota DPR RI Fraksi PKS Daerah Pemilihan Maluku, Saadiah Uluputty, menyampaikan duka cita dan keprihatinan mendalam atas bencana gempa bumi yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) dini hari.

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores, NTT, sekitar pukul 04.58 WIB. Berdasarkan pembaruan data BNPB hingga pukul 15.00 WIB, bencana tersebut telah menyebabkan 38 orang meninggal dunia, dua orang mengalami luka berat, 11 orang luka ringan, serta sekitar 2.000 warga melakukan pengungsian atau evakuasi secara mandiri. Data tersebut masih dalam proses pendataan, verifikasi, dan validasi di lapangan.

“Atas nama pribadi dan keluarga besar Fraksi PKS DPR RI Dapil Maluku, saya menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya atas musibah gempa bumi yang terjadi di NTT. Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Semoga saudara-saudara kita yang meninggal dunia mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, kesabaran, serta ketabahan,” ujar Saadiah.

Ia juga mendoakan masyarakat yang mengalami luka-luka agar segera mendapatkan penanganan medis dan diberikan kesembuhan.

“Musibah ini menjadi duka kita bersama. Saya berharap seluruh masyarakat NTT yang terdampak diberikan kekuatan untuk melewati masa sulit ini. Untuk saudara-saudara kita yang masih berada di lokasi terdampak maupun di pengungsian, semoga selalu dalam perlindungan Allah SWT,” katanya.

Saadiah menilai penanganan pascabencana harus dilakukan secara cepat, terkoordinasi, dan mengutamakan keselamatan masyarakat. Menurutnya, kebutuhan dasar warga terdampak, mulai dari layanan kesehatan, makanan, air bersih, tempat pengungsian, hingga perlindungan bagi kelompok rentan harus segera dipastikan.

“Dalam situasi seperti ini, yang paling utama adalah keselamatan masyarakat. Pendataan korban dan kerusakan harus dilakukan secara cepat dan akurat agar bantuan dapat disalurkan secara tepat sasaran, termasuk kepada masyarakat di wilayah yang sulit dijangkau,” tegasnya.

Saadiah juga mengingatkan masyarakat untuk tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. BMKG telah mengakhiri peringatan dini tsunami pada pukul 07.30 WIB, namun masyarakat tetap diminta waspada terhadap gempa susulan dan menjauhi bangunan yang mengalami kerusakan atau retakan struktural.

“Di tengah situasi seperti ini, mari kita saling menguatkan. Jangan menyebarkan informasi yang belum jelas sumbernya karena dapat menimbulkan kepanikan. Ikuti informasi resmi dari pemerintah, BNPB, BPBD, dan BMKG,” tuturnya.

Sebagai sesama masyarakat di wilayah kepulauan Indonesia, Saadiah mengatakan bahwa bencana di NTT juga menjadi pengingat pentingnya memperkuat sistem mitigasi dan kesiapsiagaan bencana di daerah-daerah kepulauan.

“NTT dan Maluku sama-sama merupakan wilayah kepulauan yang memiliki tantangan geografis dalam penanganan bencana. Karena itu, penguatan infrastruktur kebencanaan, konektivitas, sistem peringatan dini, akses evakuasi, serta kapasitas pemerintah daerah dan masyarakat harus terus menjadi perhatian,” ujarnya.

Saadiah berharap seluruh unsur pemerintah, relawan, TNI-Polri, tenaga kesehatan, organisasi kemanusiaan, dan masyarakat dapat bergerak bersama membantu warga terdampak.

“Semoga proses evakuasi, pencarian, pertolongan, dan pemulihan dapat berjalan lancar. Kepada seluruh keluarga korban, kami menyampaikan duka cita yang mendalam. Semoga Allah SWT memberikan kesabaran dan ketabahan. NTT tidak sendiri. Kita semua turut merasakan duka dan berdiri bersama masyarakat NTT,” pungkas Saadiah Uluputty.