Logo Fraksi PKS

Website Resmi
Fraksi Partai Keadilan Sejahtera

Fraksi PKS Kreatif, Atraktif, Substantif

Terima Pimpinan Pemuda Parlemen Indonesia, HNW: Dukung Gen Z Lanjutkan Peran Mensejarah Pemuda Menyongsong Indonesia Emas 2045

 

Facebook Twitter WhatsApp Telegram

Jakarta (13/08) — Wakil Ketua MPR, Hidayat Nur Wahid, menerima delegasi Pimpinan Pemuda Parlemen Indonesia di ruang kerjanya, Gedung Nusantara III Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, pada Rabu (12/8/2026). Dalam pertemuan itu, Pimpinan Pemuda Parlemen Indonesia mengundang Hidayat Nur Wahid untuk hadir sebagai narasumber pada Konferensi Pemuda Parlemen yang akan digelar pada Oktober 2026.

Dalam pertemuan itu, Hidayat Nur Wahid atau HNW mengapresiasi para pemuda-pemudi yang aktif dalam organisasi membentuk Pemuda Parlemen Indonesia, serta mendukung suksesnya kegiatan organisasi Pemuda Parlemen ini yang mengoreksi stereotipe bahwa generasi muda atau Generasi Z bersikap anti-politik, dan berharap dengan demikian sukses dalam Pemuda Parlemen Indonesia maka Gen Z dapat melanjutkan peran mensejarah para pemuda pejuang kemerdekaan Indonesia.

“Fakta ini akan membantah adanya anggapan bahwa Gen Z anti-politik, anti-sosial, dan tidak peduli dengan sejarah, yang sengaja distereotipkan untuk melemahkan Gen Z, mayoritas penduduk Indonesia saat ini, dan bila berhasil maka akan berdampak pada pelemahan Indonesia Emas 2045,” katanya.

HNW mengingatkan Pimpinan Pemuda Parlemen Indonesia akan fakta penting peran sejarah generasi muda ketika generasi muda terpelajar berorganisasi dan memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Pada tahun 1924, anak-anak muda terpelajar membuat organisasi “Perhimpunan Indonesia” di Belanda dengan tuntutan utamanya “Indonesia Merdeka”, yang mereka sebarluaskan melalui media yang mereka buat yaitu “INDONESIA MERDEKA”. Dan untuk pertama kalinya “Indonesia” dijadikan sebagai entitas kenegaraan yang merdeka. Kemudian anak-anak muda ini berkomunikasi dengan simpul-simpul gerakan kepemudaan menghadirkan Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928 yang menyepakati Satu Nusa, Satu Bangsa, dan Satu Bahasa: Indonesia.

“Para pemuda terpelajar ini secara organisatoris menyiapkan Indonesia merdeka 20 tahun sebelum akhirnya Indonesia benar-benar merdeka pada tahun 1945. Sekarang tahun 2026, maka generasi Pemuda Parlemen Indonesia lah yang 20 tahun yang akan datang akan bertemu dengan Indonesia Emas, yaitu 100 tahun Indonesia Merdeka. Sejarah adalah pengulangan. Maka, penting bagi Pemuda Parlemen Indonesia untuk serius menyiapkan diri untuk menyelamatkan generasi dan mencerahkan masyarakat mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Menurut HNW, dengan era Reformasi ini, Gen Z telah diberi ruang sangat luas oleh konstitusi.

“Maksimalkan peluang konstitusional yang ada demi baiknya masa depan generasi muda dan masa depan negara dan bangsa, antara lain dengan mempergunakan kedaulatan yang diberikan oleh konstitusi dengan tidak memubazirkan hak sebagai bagian terbesar dari rakyat, termasuk memilih, agar bisa memilih pemimpin atau wakil rakyat secara baik dan benar. Agar hadirlah pemimpin nasional dan lokal, serta wakil rakyat yang benar-benar berkualitas untuk bersama-sama wujudkan Indonesia Emas 2045,” tegasnya, yang disambut antusias oleh delegasi Pimpinan Pemuda Indonesia yang juga meminta HNW untuk menjadi salah satu pembina di Perhimpunan Pemuda Parlemen Indonesia.

Sebelumnya, dalam pertemuan itu, Pemuda Parlemen Indonesia periode 2025 yang juga Ketua Pelaksana Konferensi Pemuda Parlemen Indonesia, I Dewa Agung Bagus Adityaningrat, menyebutkan setiap tahun Pemuda Parlemen Indonesia mengadakan konferensi yang dihadiri para pemuda parlemen dari berbagai daerah pemilihan (dapil) atau provinsi. Pada tahun ini setiap dapil/provinsi diwakili empat orang Pemuda Parlemen Indonesia.

“Rencananya konferensi Pemuda Parlemen Indonesia dilaksanakan pada 21–25 Oktober 2026. Tempatnya antara Ruang Rapat Komisi II atau Ruang GBHN Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta. Kami mengundang Bapak sebagai narasumber dalam konferensi Pemuda Parlemen Indonesia ini,” ujarnya.