Logo Fraksi PKS

Website Resmi
Fraksi Partai Keadilan Sejahtera

Fraksi PKS Kreatif, Atraktif, Substantif

Surahman Hidayat Soroti Kasus Dehidrasi Anak Akibat Fenomena El Nino 2026

 

Facebook Twitter WhatsApp Telegram

Jakarta (06/08) — Surahman Hidayat, Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera, turut menyoroti atas meningkatnya kasus dehidrasi anak-anak selama musim kemarau panjang akibat fenomena El Nino 2026. Keterbatasan air bersih membuat anak-anak lebih rentan terhadap dehidrasi, gizi buruk, dan penyakit berbasis air.

“Anak-anak paling cepat kehilangan cairan tubuh, sering lupa minum saat beraktivitas, dan bahkan mengalami diare yang memperparah kondisi. Balita dan anak usia sekolah adalah kelompok paling rentan,” ujar Surahman.

Surahman menekankan bahwa menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), fenomena El Nino meningkatkan kasus diare pada anak, yang dapat dengan cepat menyebabkan dehidrasi berbahaya. Suhu panas ekstrem mempercepat kehilangan cairan, sementara keterbatasan air bersih membuat anak-anak sulit menjaga kebersihan dan meningkatkan risiko infeksi.

“Kekeringan akibat El Nino telah meningkatkan kasus dehidrasi pada anak-anak, terutama di daerah yang kesulitan mendapatkan air bersih untuk minum dan menjaga kebersihan. Kondisi ini menuntut BNPB dan Kementerian Sosial memperluas distribusi air bersih dan bantuan sosial bagi keluarga miskin terdampak,” kata Surahman.

Selain dampak kesehatan, Surahman menyoroti beban ekonomi tambahan yang harus ditanggung keluarga ekonomi menengah ke bawah yang terpaksa harus membeli air bersih dengan harga tinggi, sementara kebutuhan dasar seperti mandi, mencuci, dan menjaga kebersihan semakin sulit dipenuhi. Kondisi ini memperbesar risiko penyakit kulit, infeksi saluran cerna, dan penurunan kualitas hidup anak-anak.

“Negara harus hadir dengan solusi nyata. Perlindungan sosial dan distribusi air bersih yang merata adalah kunci untuk meringankan beban keluarga dan melindungi anak-anak dari dampak buruk kekeringan,” tegas Surahman.

Surahman juga menekankan pentingnya edukasi bagi orang tua dan masyarakat untuk mencegah dehidrasi anak. Langkah sederhana seperti memberi minum secara teratur, membatasi aktivitas anak di bawah terik matahari, memastikan air yang dikonsumsi aman, serta mengenali tanda-tanda dehidrasi dapat menyelamatkan nyawa.

“Orang tua harus lebih waspada. Jangan tunggu anak merasa haus untuk memberi minum, pastikan air dimasak hingga mendidih, dan segera cari pertolongan medis bila anak tampak lemas atau sulit minum,” jelas Surahman.

Surahman menekankan bahwa kolaborasi lintas sektor, termasuk peran tenaga kesehatan, guru, dan tokoh masyarakat, sangat penting untuk memperkuat kesadaran kolektif. Dengan langkah sederhana dan edukasi yang konsisten, risiko dehidrasi anak bisa diminimalkan.