Nagan Raya (06/06) — Anggota DPR RI Komisi V Fraksi PKS, Ghufran, meninjau langsung lokasi jembatan yang putus akibat bencana banjir di Dusun Blang Tripa, Desa Alue Wakie, Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya, Sabtu (6/6/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi infrastruktur yang rusak sekaligus mendengarkan keluhan masyarakat yang hingga kini masih merasakan dampak putusnya akses penghubung tersebut.
Dalam peninjauan itu, Ghufran didampingi Bupati Nagan Raya Teuku Raja Keumangan, Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh Zulkarnaini, serta sejumlah tokoh masyarakat dan aparatur desa setempat.
Di lokasi, Ghufran menyaksikan langsung kondisi warga yang harus mencari alternatif penyeberangan setelah jembatan tersebut terputus diterjang banjir. Pemandangan yang paling menyita perhatian adalah aktivitas anak-anak sekolah yang setiap hari harus menggunakan boat untuk menyeberangi sungai demi bisa mengikuti proses belajar mengajar.
Menurut Ghufran, kondisi tersebut sangat memprihatinkan karena menyangkut keselamatan generasi muda. Ia menilai anak-anak tidak seharusnya menghadapi risiko seperti itu hanya untuk mendapatkan akses pendidikan.
“Yang paling menyentuh hati adalah melihat anak-anak sekolah harus menumpangi boat untuk berangkat dan pulang sekolah. Mereka seperti bertaruh nyawa setiap hari karena belum ada akses yang memadai. Ini harus menjadi perhatian bersama,” ujar Ghufran.
Ia mengatakan, hingga saat ini pascabanjir belum ada penanganan permanen terhadap jembatan yang menjadi urat nadi masyarakat di kawasan tersebut. Akibatnya, aktivitas warga terganggu, mulai dari akses pendidikan, perekonomian, hingga pelayanan sosial lainnya.
Asosiasi Komisi V DPR RI yang membidangi infrastruktur, transportasi, dan pembangunan wilayah, Ghufran menegaskan akan memperjuangkan pembangunan kembali jembatan tersebut agar dapat segera direalisasikan oleh pemerintah pusat.
“Kami akan membawa persoalan ini ke tingkat nasional dan mengawal langsung prosesnya. Saya akan memperjuangkan agar pembangunan jembatan ini menjadi prioritas sehingga masyarakat tidak terlalu lama menanggung dampaknya,” katanya.
Ghufran juga berharap Kementerian Pekerjaan Umum dapat segera menindaklanjuti kebutuhan pembangunan jembatan tersebut. Menurutnya, kehadiran pemerintah sangat dibutuhkan untuk memastikan masyarakat memperoleh akses transportasi yang aman dan layak.
Sementara itu, Bupati Nagan Raya Teuku Raja Keumangan menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan Ghufran terhadap kondisi masyarakat di daerahnya.
Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah, BPJN Aceh, dan pemerintah pusat dapat mempercepat realisasi pembangunan jembatan yang putus akibat banjir tersebut.
Masyarakat setempat juga berharap kunjungan tersebut menjadi langkah awal percepatan pembangunan. Mereka menginginkan jembatan yang selama ini menjadi akses utama penghubung antarwilayah segera dibangun kembali agar aktivitas warga dapat kembali normal dan anak-anak sekolah tidak lagi harus mempertaruhkan keselamatan dengan menyeberangi sungai menggunakan boat setiap hari.