Jakarta (20/05) — Raker dan RDP antara Komisi IV DPR RI dengan Bapanas serta Bulog berjalan dinamis. Laporan capaian kinerja anggaran 2025 dan perjalanan anggaran 2026 menjadi catatan penting bagi seluruh anggota Komisi IV.
Salah satu fokusnya adalah kemampuan Bapanas dan Bulog untuk mempercepat penyaluran bantuan pangan berupa beras dan Minyakita yang masih jauh dari harapan.
“Laporan capaian penyaluran Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) berupa beras dan Minyakita diamanatkan pada Februari-Maret kepada sebanyak 33 juta rakyat penerima dengan tujuan menjaga daya beli dan persiapan Lebaran 2026, tetapi faktanya baru 3,9 persen terserap,” papar Riyono Caping, anggota Komisi IV Fraksi PKS.
Menurut paparan Badan Pangan Nasional, penugasan penyaluran sudah diberikan kepada Bulog sejak awal tahun 2026 dengan harapan seluruh distribusi dapat diselesaikan pada akhir Maret. Namun, kendala kenaikan harga plastik membuat penyaluran menjadi terhambat.
“Saya cek langsung ke gudang dan melihat barangnya ada atau tidak. Di Ponorogo dan Pacitan, di gudang Bulog, beras dan Minyakita ada, tetapi belum sepenuhnya cukup,” tambah Riyono Caping.
Hasil pengecekan menunjukkan percepatan penyaluran bantuan pangan mulai dilakukan. Pada 7 Mei 2026, Bulog Ngawi mulai menyalurkan bantuan pangan kepada masyarakat sebanyak 166.903 penerima manfaat berupa beras sebanyak 3.338.060 kilogram dan Minyakita sejumlah 667.612 liter.
“Kendala kemasan plastik untuk beras membuat penyaluran terlambat. Riyono Caping dan Komisi IV meminta secepatnya kendala diatasi agar bantuan pangan dapat disalurkan dan diselesaikan dalam 14 hari kerja. Bulog dan Bapanas harus bekerja ekstra keras,” papar Riyono Caping.