JAKARTA — Sekretaris Fraksi PKS DPR RI, Ledia Hanifa Amaliah, menegaskan bahwa perjuangan menghadirkan kebijakan yang berpihak pada keluarga membutuhkan ketekunan, strategi, dan kemampuan membangun konsensus politik secara bertahap.
Hal tersebut disampaikan Ledia saat menerima kunjungan Women’s Wing dari People’s Action Party (PAP) di DPP PKS, Selasa (19/5/2026). Dalam pertemuan tersebut, Ledia berbagi pengalaman Fraksi PKS dalam memperjuangkan agenda legislasi yang berfokus pada penguatan keluarga, ibu, dan anak.
Menurut Ledia, Fraksi PKS pada 2020 pernah menginisiasi rancangan regulasi yang secara khusus menempatkan keluarga sebagai pusat pembangunan. Namun, usulan tersebut belum memperoleh dukungan politik yang memadai untuk dapat dibahas lebih lanjut di parlemen.
“Kami belajar bahwa dalam proses legislasi, tidak semua gagasan dapat langsung diwujudkan. Tetapi selama substansinya penting bagi masyarakat, perjuangan harus terus dilanjutkan dengan strategi yang lebih adaptif,” ujar Ledia.
Alih-alih menghentikan upaya, Fraksi PKS kemudian memecah berbagai gagasan utama dari usulan tersebut dan memasukkannya ke dalam pembahasan Undang-Undang Kesejahteraan Ibu dan Anak pada Fase 1.000 Hari Pertama Kehidupan.
Melalui pendekatan tersebut, sejumlah substansi penting berhasil diakomodasi, antara lain penguatan peran ayah dalam pengasuhan, dukungan terhadap ibu menyusui, serta sistem dukungan keluarga yang lebih komprehensif bagi ibu dan anak.
“Bagi kami, yang terpenting bukan siapa yang paling menonjol, tetapi bagaimana nilai-nilai yang kita perjuangkan dapat hadir dalam kebijakan negara dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” jelasnya.
Ledia menekankan bahwa pengalaman tersebut menunjukkan pentingnya kepemimpinan perempuan di parlemen. Menurutnya, perempuan memiliki perspektif yang kuat dalam memastikan kebijakan publik tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada kualitas kehidupan keluarga.
“Perempuan di parlemen memiliki peran strategis untuk memastikan bahwa kebijakan negara memberi ruang bagi pengasuhan, kesehatan ibu dan anak, serta keseimbangan kehidupan keluarga,” tegas Anggota DPR RI Dapil Kota Bandung-Cimahi tersebut.
Ia berharap pertukaran pengalaman antara PKS dan PAP Women’s Wing dapat memperkuat kerja sama antar-partai dalam mendorong kebijakan yang semakin responsif terhadap kebutuhan keluarga.
“Perubahan besar sering kali lahir melalui langkah-langkah kecil yang konsisten. Yang penting adalah tetap menjaga komitmen agar keluarga menjadi pusat dari setiap kebijakan pembangunan,” tutup Ledia.