JAKARTA — Anggota Komisi XIII DPR RI Fraksi PKS, Yanuar Arif Wibowo, berharap Rapat Paripurna ke-19 DPR RI Tahun Persidangan 2025/2026 menjadi momentum penting untuk membangun optimisme publik terhadap kondisi ekonomi nasional di tengah tantangan global yang semakin kompleks.
Hal tersebut disampaikan Yanuar dalam sesi PKS Legislative Report menjelang pelaksanaan Rapat Paripurna DPR RI yang digelar pada Rabu (20/05) di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.
Menurut Yanuar, rapat paripurna kali ini memiliki makna khusus karena paparan mengenai kondisi keuangan dan ekonomi negara tidak hanya disampaikan oleh Menteri Keuangan, tetapi langsung oleh Presiden RI, Prabowo Subianto.
“Ya hari ini 20 Mei kita di DPR RI mengadakan rapat paripurna untuk mendengar paparan dari pemerintah soal keuangan. Jadi biasanya ini hanya dihadiri oleh Menteri Keuangan, tetapi ini spesial, Bapak Presiden Prabowo langsung yang akan menyampaikan paparannya di hadapan seluruh anggota Dewan,” ujar Yanuar.
Ia menilai, kehadiran langsung Presiden dalam forum parlemen menjadi sinyal penting di tengah munculnya berbagai keraguan publik terhadap kondisi ekonomi nasional akibat tekanan global dan dinamika geopolitik internasional.
“Di tengah mungkin orang banyak yang meragukan tentang ekonomi kita, dalam forum ini berharap kami, kita semua rakyat Indonesia mendapatkan sebuah optimisme dari Bapak Presiden bahwa ekonomi kita dengan berbagai tantangan global yang dihadapi ini bisa keluar dari semua permasalahan,” lanjutnya.
Yanuar juga menekankan pentingnya kesiapan Indonesia dalam menghadapi situasi geopolitik global yang terus berkembang. Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan seluruh elemen bangsa diperlukan agar Indonesia mampu menjaga stabilitas nasional sekaligus mempertahankan pertumbuhan ekonomi.
“Dan kita berharap situasi global geopolitik yang ada ini bisa kita hadapi secara baik,” tutupnya.