Jakarta (19/05) — Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Kurniasih Mufidayati, meminta agar Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) mendapat perhatian yang kuat sebagai bagian integral dari implementasi kebijakan wajib belajar 13 tahun.
Hal ini disampaikan Kurniasih saat rapat kerja dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (19/05/2026).
Menurutnya, PAUD memiliki peran yang sangat besar dalam membentuk karakter anak pada fase usia emas (golden age), yaitu periode ketika perkembangan otak, perilaku, dan karakter anak berkembang sangat cepat.
Ia menambahkan, banyak lembaga PAUD yang selama ini tetap bertahan dengan berbagai keterbatasan. Bahkan, sebagian besar beroperasi dengan kemampuan mandiri dan dukungan pembiayaan yang terbatas.
“Kita melihat banyak PAUD yang memiliki kontribusi besar terhadap pendidikan anak-anak Indonesia, tetapi masih menghadapi berbagai tantangan. Mereka bertahan dengan semangat luar biasa dengan biaya sendiri dan mandiri,” ungkapnya.
Menurut Kurniasih, diperlukan peta jalan yang jelas terkait integrasi PAUD ke dalam wajib belajar 13 tahun agar pelaksanaannya memiliki arah yang kuat.
Ia juga menilai berbagai program pembentukan karakter seperti 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat dapat mulai ditanamkan sejak pendidikan usia dini.
“Nilai-nilai karakter akan jauh lebih efektif apabila dibentuk sejak usia dini. Kebiasaan baik yang ditanamkan sejak kecil akan menjadi fondasi penting bagi perkembangan anak ke depan,” jelasnya.
Kurniasih mengapresiasi langkah dan berbagai upaya yang dilakukan jajaran Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dalam memperkuat sistem pendidikan nasional, termasuk penyusunan berbagai langkah menuju implementasi wajib belajar 13 tahun.
“Kami mengapresiasi jajaran Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang terus melakukan berbagai upaya dalam memajukan pendidikan. Program wajib belajar 13 tahun merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia,” ujar Kurniasih.