Logo Fraksi PKS

Website Resmi
Fraksi Partai Keadilan Sejahtera

Fraksi PKS Kreatif, Atraktif, Substantif

Riyono Caping Usulkan BBM Semi Subsidi untuk Kapal di Bawah 100 GT

 

Facebook Twitter WhatsApp Telegram

Jakarta (25/04) — Krisis energi masuk ke wilayah pesisir, khususnya nelayan dan pelaku usaha perikanan. Harga BBM nonsubsidi yang di darat sudah naik merambah ke BBM nonsubsidi bagi pelaku usaha perikanan. Untuk BBM subsidi bagi nelayan kecil di bawah 5 GT dipastikan tidak akan naik, perlu dijaga dan dihitung betul agar kebutuhan nelayan kecil tetap aman.

“Krisis energi akan membawa dampak kepada pelaku usaha perikanan tangkap. PKS meminta agar BBM nelayan kecil di bawah 5 GT tersedia dan harga tetap,” papar Riyono Caping, Ketua DPP PKS Bidang Petani, Peternak, dan Nelayan.

Saat ini jumlah nelayan kecil di bawah 5 GT kurang lebih ada 200.000, kapal di atas 30 GT sejumlah 5.000 kapal. Hampir 90% kapal tangkap adalah nelayan kecil one day fishing dengan hasil tangkapan yang digunakan untuk hidup sehari-hari.

“Nelayan kecil insyaallah BBM subsidi harganya tidak akan naik, tetap 6.800/liter. Nelayan mendapatkan subsidi 1.000 rupiah/liter. Nonsubsidi di harga 12.000–13.000 per liter. Tapi saat ini harga di level pelaku usaha perikanan kapal tangkap di atas 30 GT sudah mencapai 25.000–28.500/liter. Ini harga cukup memberatkan bagi pelaku usaha,” tambah Riyono Caping.

Kondisi di atas membuat usaha perikanan tangkap cukup terdampak, biaya 60% dari BBM akan membengkak besar. Pemerintah perlu segera mengambil langkah sebelum dampaknya meluas.

“PKS mengusulkan untuk pelaku usaha perikanan di bawah 100 GT bisa mendapat harga semi subsidi dengan sistem kuota untuk menghindari penyalahgunaan,” tambah Riyono.