Logo Fraksi PKS

Website Resmi
Fraksi Partai Keadilan Sejahtera

Fraksi PKS Kreatif, Atraktif, Substantif

Bersama Kementerian Perindustrian, Rofik Hananto Kembangkan 12 Wirausaha Baru Industri Kecil Menengah

 

Facebook Twitter WhatsApp Telegram

Purbalingga (18/05) — Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi PKS, Rofik Hananto menggandeng Kementerian Perindustrian menciptakan ratusan wirausahawan baru di Jawa Tengah khususnya di Kabupaten Purbalingga, Banjarnegara dan Kebumen.

Kegiatan bertajuk Bimbingan Teknis dalam Rangka Penumbuhan dan Pengembangan Wirausaha Baru Industri Kecil Menengah di Jawa Tengah. Kegiatan diikuti 270 peserta dari 3 kabupaten dan dilaksanakan selama 4 hari.

Pembukaan kegiatan diadakan di Hotel Braling Purbalingga diikuti secara online peserta dari Banjarnegara dan Kebumen, Selasa (17/05/2022).

“Ini adalah langkah yang sangat bagus dari Kementerian Perindustrian untuk mengedukasi masyarakat, menyiapkan wirausahawan baru. Masyarakat harus dididik dan dilatih agar mempunyai skill dan knowledge yang memadai sebagai wirausahawan baru,” kata Rofik.

Anggota DPR RI Fraksi PKS itu menambahkan, kegiatan bimtek ini untuk mengolah keterampilan. Skill atau kemampuan dalam bisnis merupakan pintu untuk membuka peluang. Di sini akan diajari life skill untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Kalau pintu bisnis sudah dibuka, lanjut Rofik Hananto legislator asal Dapil Jawa Tengah 7 itu, maka yang bisa menjaganya adalah karakter. Pengusaha itu karakternya tahan banting. Life skill akan percuma kalau karakternya tidak bagus.

“Sedangkan skill dan knowledge adalah pembuka sukses. Kemudian networking atau jejaring kerja. Nanti akan ada pendampingan. Di sini kita belajar membangun karakter yang bagus. Tidak cukup hanya modal yang banyak, life skill, tapi wirausahawan juga perlu karakter yang bagus,” ujar Rofik.

Sementara Direktur Industri Kecil dan Menengah Pangan Furnitur dan Bahan Bangunan Kementerian Perindustrian Riefky Yuswandi mengatakan, pihaknya mendorong masyarakat bisa menjadi wirausahawan. Karena rasio wirausaha di Indonesia masih rendah, berkisar 3,5 persen.

“Padahal kita sedang menghadapi bonus demografi, yakni jumlah usia produktif sangat tinggi dan akan terus bertambah puncaknya diperkirakan tahun 2030. Sehingga kita harus mempersiapkan ini semua,” katanya dalam kegiatan yang dibuka Bupati yang diwakili Asisten Administrasi Umum Sekda Budi Susetyono.

Karena itu pihaknya menyiapkan tenaga kerja agar meningkat kapabilitasnya. Menyiapkan wirausahawan yang sudah eksis agar bisa naik kelas agar bisa menyerap lebih banyak tenaga kerja. Karena itu pihaknya perlu juga mendorong munculnya wirausahawan baru.

“Kami memberi wawasan terkait Manajerial, teknik produksi, bagaimana cara mengakses program-program pemerintah dan permodalan perbankan. Karena untuk mengaksesnya membutuhkan legalitas. Kami juga akan memfasilitasi aspek legalitas itu,” katanya.

Ketua Penyelenggara Ratih Pratiwi menjelaskan, maksud dari kegiatan ini adalah untuk memberikan pembelajaran kepada masyarakat agar mempunyai keahlian dan keterampilan untuk meningkatkan kesejahteraannya dengan berwirausaha.

“Dengan pelatihan ini diharapkan dapat menambah keterampilan seseorang, selain itu mendapatkan ilmu tentang proses produksi yang nantinya dapat dimanfaatkan untuk modal berwirausaha,” pungkasnya.

Ada 12 jenis Bimtek yang dilaksanakan, dengan rincian: Purbalingga IKM furnitur, IKM mainan anak , IKM roti dan kue, IKM perbengkelan las, IKM servis elektronika (AC), IKM servis HP. Banjarnegara IKM pupuk organik , IKM konveksi IKM kopi. Kebumen IKM makanan ringan, IKM produk SPA, dan IKM perbengkelan roda dua.

“Pembukaan Bimtek dilaksanakan secara serempak offline dan online. Purbalingga di Hotel Braling, Banjarnegara di Hotel Surya Yudha, Kebumen di Hotel Grand Kolopaking Kegiatan dilaksanakan selama 4 Hari 17 -20 Mei serentak di 3 Kabupaten Purbalingga, Banjarnegara dan Kebumen,” katanya.

Para peserta akan mendapatkan materi teori dan praktek, mulai dari pentingnya memiliki legalitas dalam pengembangan usaha dan simulasi pendaftaran di OSS, pemanfaatan kredit usaha rakyat dalam pengembangan usaha, materi tentang kewirausahaan, dan teori-praktek terkait produksi masing-masing jenis IKM.