Logo Fraksi PKS

Website Resmi
Fraksi Partai Keadilan Sejahtera

Fraksi PKS Kreatif, Atraktif, Substantif

Saadiah Uluputty Sambut Muktamar XIV KAMMI di Ambon: Ale Rasa, Beta Rasa Harus Menjadi Semangat Persaudaraan dan Perjuangan

 

Facebook Twitter WhatsApp Telegram

Ambon (31/10) — Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Maluku sekaligus alumni Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Saadiah Uluputty, menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta Muktamar XIV KAMMI yang datang dari berbagai daerah di Indonesia. Ia berharap pelaksanaan muktamar di Kota Ambon, Maluku, menjadi momentum untuk memperkuat persaudaraan, konsolidasi organisasi, serta melahirkan gagasan besar bagi masa depan umat dan bangsa.

Hal tersebut disampaikan Saadiah saat menghadiri pembukaan Muktamar XIV KAMMI yang berlangsung di UIN A.M. Sangadji Ambon, Jumat (30/10/2026).

Saadiah mengaku bangga dan bahagia karena Maluku dipercaya menjadi tuan rumah agenda nasional organisasi mahasiswa tersebut. Menurutnya, kehadiran kader KAMMI dari berbagai penjuru Indonesia merupakan kesempatan berharga untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya dan keramahan masyarakat Maluku.

“Sebagai orang Maluku sekaligus bagian dari keluarga besar KAMMI, saya mengucapkan selamat datang kepada seluruh peserta Muktamar XIV KAMMI di Ambon. Katong menyambut saudara-saudara semua dengan tangan terbuka dan hati penuh persaudaraan. Semoga selama berada di Maluku, teman-teman merasakan keramahan dan kehangatan masyarakat kami,” ujar Saadiah.

Ia juga mengajak seluruh peserta memaknai tema Ale Rasa, Beta Rasa sebagai nilai persaudaraan yang tidak hanya menjadi ungkapan budaya masyarakat Maluku, tetapi juga harus diwujudkan dalam kehidupan berorganisasi dan perjuangan kebangsaan.

Menurut Saadiah, filosofi tersebut mengajarkan bahwa setiap persoalan harus dirasakan bersama, setiap tantangan dihadapi dengan kepedulian, dan setiap keberhasilan menjadi kebahagiaan bersama.

“Filosofi Ale Rasa, Beta Rasa mengajarkan kita bahwa katong samua basudara. Kalau ada saudara yang mengalami kesulitan, kita ikut merasakan. Kalau ada yang berjuang, kita saling menguatkan. Inilah semangat yang seharusnya hidup dalam tubuh KAMMI,” ungkapnya.

Sebagai alumni KAMMI, Saadiah juga mengingatkan bahwa muktamar bukan semata-mata forum pergantian kepemimpinan. Lebih dari itu, muktamar merupakan ruang evaluasi, konsolidasi, pertukaran gagasan, dan penentuan arah perjuangan organisasi ke depan.

Ia berharap seluruh peserta dapat menjaga suasana persaudaraan selama proses muktamar berlangsung. Perbedaan pandangan dan pilihan dalam dinamika organisasi, menurutnya, merupakan hal yang wajar dalam demokrasi, tetapi tidak boleh merusak ukhuwah dan persatuan.

“Berbeda pilihan boleh, berbeda pandangan juga tidak masalah. Tetapi jangan sampai perbedaan membuat kita kehilangan persaudaraan. KAMMI harus mampu menunjukkan bahwa kedewasaan dalam berorganisasi lahir dari kemampuan menghargai perbedaan dan mengutamakan kepentingan bersama,” tegasnya.

Lebih lanjut, Saadiah berharap KAMMI terus melahirkan kader-kader yang memiliki karakter kuat, intelektualitas, integritas, serta keberanian mengambil peran strategis dalam menjawab berbagai persoalan bangsa.

Menurutnya, Indonesia membutuhkan generasi muda yang tidak hanya kritis dalam menyampaikan gagasan, tetapi juga mampu menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat. Kader KAMMI harus menjadi bagian dari perubahan, baik di lingkungan kampus, masyarakat, maupun dalam ruang pengambilan kebijakan publik.

“Harapan saya, KAMMI terus menjadi rumah kaderisasi yang melahirkan pemimpin-pemimpin masa depan. Kader yang kuat karakter, luas wawasannya, matang secara intelektual, dan memiliki kepedulian sosial. Jangan hanya menjadi organisasi yang pandai berbicara, tetapi harus hadir dengan kerja nyata dan keberpihakan kepada rakyat,” tambahnya.

Saadiah juga mengajak para peserta memanfaatkan kesempatan berada di Ambon untuk mengenal lebih dekat masyarakat, budaya, sejarah, serta potensi Maluku. Ia berharap para peserta membawa pulang pengalaman dan kenangan baik tentang Maluku sebagai rumah persaudaraan.

Pembukaan Muktamar XIV KAMMI tersebut turut dihadiri Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli; Gubernur Maluku yang diwakili Wakil Gubernur Maluku, Abdullah Vanath; Wakil Ketua DPRD Provinsi Maluku, Abdullah Asis Sangkala, yang juga menjabat sebagai Ketua Keluarga Alumni KAMMI Maluku; Wakil Wali Kota Ambon; perwakilan Polda Maluku; pimpinan pusat Cipayung Plus; Majelis Pertimbangan Pusat (MPP) KAMMI; para alumni; tamu undangan; serta kader KAMMI dari berbagai wilayah di Indonesia.

Menutup keterangannya, Saadiah kembali menyampaikan ucapan selamat bermuktamar kepada seluruh peserta. Ia berharap forum nasional ini menghasilkan keputusan terbaik, kepemimpinan yang amanah, serta rekomendasi strategis untuk memperkuat kontribusi KAMMI bagi umat dan Indonesia.

“Selamat bermuktamar. Bawalah semangat persatuan dari Ambon untuk Indonesia. Dari Maluku, mari kita rawat persaudaraan, kuatkan perjuangan, dan terus berkontribusi untuk negeri. Ale Rasa, Beta Rasa. Katong Samua Basudara!” tutup Saadiah.