Gowa (10/10) — Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS), Meity Rahmatia, disambut hangat dan antusias oleh warga Desa Mandalle, Kecamatan Bajeng Barat, ketika berkunjung ke daerah tersebut pada pekan ini.
Politisi perempuan itu datang bersama rombongan dari Makassar pada Kamis (7/10/2026) untuk melihat secara langsung hasil bedah rumah bantuan pemerintah yang ia perjuangkan melalui aspirasi pada tahun ini.
Ia mengatakan, kunjungan ini merupakan bentuk tanggung jawabnya sebagai anggota DPR RI yang ikut andil dalam menyalurkan bantuan kepada masyarakat.
“Sebagai bentuk tanggung jawab untuk memastikan bahwa hasilnya sesuai dengan apa yang diharapkan. Penerimanya tepat dan bangunannya layak sesuai dengan anggaran yang diberikan oleh pemerintah,” ungkapnya.
Bantuan bedah rumah, lanjut Meity, merupakan program pemerintah yang juga dikenal dengan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di bawah koordinasi Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (Kementerian PKP). Selain disalurkan langsung melalui koordinasi kementerian secara struktural hingga ke desa, program ini juga disalurkan melalui aspirasi anggota DPR RI.
Pada 2026, pemerintah menargetkan perbaikan 400.000 unit rumah tidak layak huni (RTLH) secara nasional. Mayoritas kuota BSPS di berbagai daerah, yakni 60 hingga 70 persen, merupakan usulan dan hasil pengawalan anggota DPR RI melalui masa reses dan rumah aspirasi.
Syarat penerima bantuan, yaitu memiliki penghasilan di bawah batas ketentuan berdasarkan Data Terpadu/DTSEN, kondisi bangunan masuk kategori Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), serta status tanah dibuktikan dengan legalitas yang sah atau penguasaan maupun penempatan lahan minimal satu tahun yang disahkan oleh kepala desa.
Meity mengaku telah memfasilitasi kebutuhan masyarakat di daerah pemilihannya kepada pemerintah pusat dengan mengusulkan 3.000 bantuan bedah rumah. Seluruhnya tersebar di wilayah Makassar, Gowa, Takalar, dan Jeneponto. Ia berharap, perbaikan rumah bagi masyarakat menengah ke bawah ini dapat meningkatkan kualitas hidup, terutama dari aspek kesejahteraan.
“Tujuannya untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Jadi, setelah rumahnya sudah layak huni, pikiran masyarakat tidak terbebani lagi dan bisa lebih fokus ke usaha atau kegiatan ekonomi yang dapat memajukan taraf hidupnya,” jelasnya.
Kehadiran Meity di Bajeng Barat disambut antusias oleh warga. Mereka mengatakan sangat terbantu dengan upaya yang dilakukan anggota DPR RI yang terpilih dari Dapil Sulawesi Selatan I pada Pemilihan Legislatif 2024 lalu itu.
“Syukur Alhamdulillah, saya sangat merasa terbantu. Dulunya, dinding rumah kami hanya terbuat dari bambu. Kini sudah dipondasi dan ditembok. Saya berharap Ibu Dewan bisa menyalurkan lebih banyak bantuan ke desa kami. Masih banyak masyarakat di daerah ini yang memiliki rumah tidak layak,” ungkap salah seorang penerima manfaat, Kamina dg Baji (47).
Hal serupa juga diutarakan Palu dg Ngamang. Perempuan paruh baya yang merupakan janda dengan beberapa anak itu mengaku, sebelum direnovasi, rumahnya juga hanya berupa bangunan bambu. Kini, rumahnya sudah lebih baik karena seluruh bangunan telah permanen.
“Kalau tidak ada bantuan bedah rumah ini, saya dan anak-anak barangkali sulit punya rumah permanen seperti sekarang ini. Alhamdulillah. Terima kasih, Bu Dewan,” ungkapnya sembari memeluk Meity saat ditemui di rumahnya.
Kehadiran Meity di sejumlah rumah warga di Desa Mandalle, Kecamatan Bajeng Barat, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, turut disaksikan kepala desa setempat, tokoh masyarakat, dan Babinsa. Mereka turut antusias menyambut anggota DPR RI tersebut.