Jakarta (08/10) — Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKS, Johan Rosihan dari Dapil NTB I, mengingatkan pemerintah untuk mulai menyiapkan langkah mitigasi menghadapi potensi dampak El Niño pada 2027, khususnya terhadap ketersediaan dan distribusi pangan.
Hal tersebut disampaikan Johan dalam sesi PKS Legislative Report menjelang Rapat Paripurna ke-10 DPR RI Penutupan Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026/2027 di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.
Johan mengatakan peringatan BMKG mengenai potensi perubahan pola hujan pada 2027 perlu menjadi dasar bagi pemerintah untuk menyiapkan peta siaga panga sejak sekarang. Menurutnya, mitigasi harus mencakup kesiapan bibit, kemampuan irigasi, hingga distribusi pangan.
“Saya meminta kepada pemerintah agar mulai melakukan langkah mitigasi dengan cara mempersiapkan peta siaga pangan. Hari ini kita tahu bahwa harga jagung buat peternak kita, pakan kita, sudah melampaui Rp7.000 per kilogram. Sementara pada saat yang sama, 25-30 persen pakan ternak itu bergantung dari impor,” ujar Johan.
Ia juga menyoroti kenaikan harga beras serta pentingnya memastikan stok pangan tidak hanya tersedia di gudang, tetapi juga dapat terdistribusi hingga ke masyarakat. Menurutnya, kesiapan menghadapi potensi kekeringan harus dibangun sebelum dampaknya dirasakan secara luas.
“Kita tidak boleh merasa cukup dengan stok yang cukup di gudang, tapi tidak kita atur distribusinya. Peringatan BMKG ini harus kita siapkan dengan baik dari sekarang, soal ketersediaan bibit, peta kemampuan irigasi kita dan lain-lain sebagainya,” ujar Anggota DPR RI Dapil NTB I tersebut.
Johan menegaskan, swasembada pangan harus dijaga secara menyeluruh, mulai dari produksi di sawah dan ladang, kebutuhan pakan ternak, hingga pangan yang sampai ke meja makan masyarakat.
“Memasuki 2027 kita sudah harus siap dengan langkah mitigasi itu sehingga pada saatnya nanti ketika kekeringan, kita tidak mengalami kesulitan dalam distribusi pangan kita. Swasembada harus kita jaga dari sawah, ladang sampai kandang dan meja rakyat kita,” pungkasnya.