Tangerang (16/09) — Anggota DPR RI Fraksi PKS, Ghufran Zainal Abidin, melepas sebanyak 42 mahasiswa baru asal Aceh yang akan melanjutkan pendidikan ke Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir.
Ke-42 mahasiswa tersebut berasal dari berbagai dayah dan pesantren di Aceh. Mereka berangkat menuju Mesir melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta, pada Rabu, 16 September 2026, sekitar pukul 00.30 WIB, bersama 49 mahasiswa baru dari berbagai provinsi di Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, Ghufran turut memberikan bungong jaroe kepada para mahasiswa sebagai bentuk dukungan dan doa agar perjalanan mereka menuju Negeri Kinanah berjalan lancar dan menjadi awal yang baik dalam menuntut ilmu.
Ghufran mengatakan bahwa dirinya memahami perjuangan yang harus dilalui oleh para mahasiswa yang memilih menimba ilmu di luar negeri. Ia pernah tinggal di Mesir dan memiliki pengalaman pendidikan di luar negeri, termasuk menyelesaikan pendidikan S2 di Universitas Khartoum, Sudan.
“Menuntut ilmu di luar negeri membutuhkan kesungguhan, kesabaran, dan kemandirian. Saya pernah merasakan bagaimana perjuangan ketika berada jauh dari tanah air. Karena itu, saya berharap adik-adik mahasiswa dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya,” ujar Ghufran.
Ia juga berpesan kepada para mahasiswa agar menjaga nama baik Aceh, keluarga, dayah, dan pesantren selama berada di Mesir. Menurutnya, keberangkatan para mahasiswa tersebut bukan hanya membawa misi pendidikan, tetapi juga membawa nama baik daerah dan lembaga pendidikan asal mereka.
Apresiasi kepada NIL Center
Ghufran menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada NIL Center beserta seluruh tim yang telah mendampingi para mahasiswa sejak proses bimbingan, persiapan, hingga keberangkatan.
“Terima kasih kepada NIL Center dan seluruh tim yang telah bekerja mendampingi para mahasiswa, mulai dari proses bimbingan, persiapan keberangkatan, hingga memastikan mereka dapat melanjutkan kuliah di Al-Azhar,” katanya.
Pendampingan mahasiswa dilakukan secara menyeluruh, mulai dari proses persiapan dan pembekalan di Aceh, keberangkatan melalui Jakarta, hingga pendampingan saat tiba di Mesir.
Direktur NIL Center, Adifal Susanto, turut mengantar langsung rombongan mahasiswa hingga ke Kairo, Mesir, sebagai bagian dari komitmen NIL Center dalam memastikan para mahasiswa mendapatkan pendampingan pada tahap awal keberangkatan dan kedatangan mereka di negeri tujuan.
Sementara itu, Surianto Sudirman, selaku Penanggung Jawab Program Timur Tengah NIL Center, turut memberikan arahan dan motivasi kepada para mahasiswa sebelum keberangkatan.
Dilepas di Asrama Haji Aceh
Sebelumnya, sekitar satu minggu sebelum keberangkatan ke Jakarta, NIL Center telah melaksanakan kegiatan pelepasan mahasiswa baru di Asrama Haji Aceh.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, yang diwakili oleh Kabiro Isra, Yusrizal, serta sejumlah pimpinan dayah dan tokoh masyarakat lainnya.
Dalam kegiatan pelepasan tersebut, para mahasiswa mendapatkan arahan dan motivasi sebagai bekal sebelum memulai perjalanan akademik ke Timur Tengah, khususnya untuk melanjutkan pendidikan di Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir.
Program pendampingan ini menjadi bagian dari upaya NIL Center dalam mempersiapkan calon mahasiswa yang akan melanjutkan pendidikan ke berbagai perguruan tinggi di Timur Tengah.
Membawa Harapan Aceh
Keberangkatan 42 mahasiswa asal Aceh ini diharapkan menjadi langkah awal bagi generasi muda Aceh untuk memperdalam ilmu pengetahuan dan keislaman di salah satu pusat pendidikan Islam terkemuka dunia.
Para mahasiswa berasal dari berbagai dayah dan pesantren di Aceh dengan latar belakang pendidikan yang beragam. Mereka membawa harapan keluarga, guru, dayah, pesantren, dan masyarakat Aceh untuk menuntut ilmu di negeri para ulama dan pusat keilmuan Islam.
Dengan bekal ilmu yang diperoleh di Mesir, para mahasiswa diharapkan kelak dapat kembali ke Aceh dan memberikan kontribusi bagi masyarakat, dayah, pesantren, serta pembangunan pendidikan di daerah.
Baca Juga: Ghufran Buka Sekolah Lapang Cuaca Nelayan di Aceh Besar
Keberangkatan ini bukan sekadar perjalanan menuju negeri tujuan, tetapi juga menjadi bagian dari ikhtiar mempersiapkan generasi muda Aceh yang berilmu, berakhlak, dan mampu memberikan manfaat bagi umat serta masyarakat.
Pelepasan dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta turut dihadiri dan mengantar keberangkatan para mahasiswa oleh Afrial Hidayat, Mudir ‘Aam Dayah Nurul Fikri Aceh, serta Rahmatullah, Direktur El Faqeeh Center.
Kehadiran para pimpinan lembaga pendidikan dan tokoh pendamping tersebut menjadi bentuk dukungan moral kepada para mahasiswa Aceh yang akan memulai perjalanan panjang menuntut ilmu di Kairo, Mesir.