Logo Fraksi PKS

Website Resmi
Fraksi Partai Keadilan Sejahtera

Fraksi PKS Kreatif, Atraktif, Substantif

Ahmad Heryawan: Bela Negara Dimulai dari Mengamalkan Empat Pilar Kebangsaan

 

Facebook Twitter WhatsApp Telegram

Bandung Barat (14/09) — Anggota MPR RI Ahmad Heryawan menyampaikan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI kepada para pemuda Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (12/9/2026), di kawasan Wisata Pakuhaji. Kegiatan tersebut menjadi momentum memperkuat wawasan kebangsaan dan karakter bela negara generasi muda.

Kang Aher, biasa beliau dipanggil, menegaskan bahwa bela negara bukan hanya perjuangan dalam menghadapi ancaman militer, tetapi merupakan tanggung jawab setiap warga negara dalam menjaga persatuan, menaati konstitusi, membangun masyarakat, serta memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa dan negara.

Menurutnya, Pancasila menjadi landasan utama bela negara. Pemuda dapat mengamalkannya melalui sikap gotong royong, kepedulian sosial, penghormatan terhadap kemanusiaan, keadilan, serta tidak mudah terprovokasi oleh berbagai informasi yang dapat memecah persatuan bangsa.

Sementara itu, UUD NRI Tahun 1945 memberikan landasan konstitusional mengenai hak dan kewajiban warga negara. Karena itu, bela negara bagi pemuda juga diwujudkan dengan menaati hukum, memahami hak dan kewajiban, serta berpartisipasi secara bertanggung jawab dalam kehidupan demokrasi.

Dalam konteks NKRI, mantan Gubernur Jabar dua periode ini mengajak pemuda menjadi kekuatan yang menjaga keutuhan dan kemajuan bangsa. Membangun desa, meningkatkan ekonomi masyarakat, menjaga lingkungan, menjauhi narkoba, serta menciptakan kegiatan positif bagi generasi muda merupakan bagian dari praktik bela negara.

Adapun Bhinneka Tunggal Ika, menurutnya, mengajarkan bahwa keberagaman merupakan kekuatan Indonesia. Pemuda harus mampu menghargai perbedaan suku, agama, budaya, maupun pandangan, serta membangun kerja sama dan gotong royong di tengah masyarakat.

“Bela negara harus menjadi sikap hidup. Belajar dengan sungguh-sungguh, menjaga lingkungan, membangun ekonomi masyarakat, menjaga persatuan, dan memberikan manfaat bagi sesama adalah bentuk bela negara,” ujar Ahmad Heryawan.

Ia berharap edukasi bela negara tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi melahirkan pemuda Kabupaten Bandung Barat yang tangguh, berkarakter, cinta tanah air, mampu menjaga persatuan, dan siap menjadi pelopor pembangunan dengan berpegang teguh pada Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.