Logo Fraksi PKS

Website Resmi
Fraksi Partai Keadilan Sejahtera

Fraksi PKS Kreatif, Atraktif, Substantif

Ateng Sutisna Dorong Kolaborasi Dokter Hewan dan Pemerintah Perkuat Ketahanan Pangan

 

Facebook Twitter WhatsApp Telegram

Jakarta (07/09) — Anggota Komisi XII DPR RI Ateng Sutisna mendorong penguatan peran dokter hewan dalam mendukung agenda swasembada pangan, khususnya pemenuhan kebutuhan protein hewani nasional. Ketahanan pangan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan produksi, tetapi juga menyangkut keamanan pangan, kesehatan hewan, serta pemberdayaan masyarakat yang terlibat dalam sektor peternakan.

Hal tersebut disampaikannya saat menerima audiensi Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran Hewan (IKA FKH) IPB dan Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis (SKHB) IPB di Ruang Pleno Fraksi PKS, Jakarta pada Selasa (1/9).

Audiensi tersebut merupakan bagian dari inisiasi konsolidasi “100 Dokter Hewan Prominent Membangun Indonesia” sebagai upaya memperkuat kontribusi dokter hewan dalam mendukung program pemerintah, khususnya kemandirian pangan dan pemenuhan kebutuhan protein hewani masyarakat. Ketua IKA FKH IPB, Prof. Drh. Gunadi Setiadarma, mengatakan kebutuhan protein hewani perlu mendapat perhatian seiring dengan berbagai agenda pemerintah di bidang pangan, termasuk program kemandirian pangan dan Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Kemandirian pangan dan MBG perlu didukung dengan keamanan penyediaan kebutuhan pangan berbasis hewani. Karena itu, kami ingin menyampaikan aspirasi dan gagasan mengenai bagaimana dokter hewan dapat mengambil peran dalam agenda tersebut,” ujar Gunadi.

Sekjen IKA FKH IPB sekaligus CEO Mossa Genetics, Drh. Deddy Fachrudin Kurniawan, M.Vet, menambahkan bahwa penguatan sektor peternakan membutuhkan dukungan teknologi, kesehatan hewan, serta kebijakan yang mampu menjamin keamanan pangan dari sumber hewani.

Ia mengatakan pengalaman menghadapi penyakit hewan, termasuk wabah penyakit mulut dan kuku (PMK), menunjukkan pentingnya sistem kesehatan hewan yang kuat.

Ia juga menyampaikan kesiapan IKA FKH IPB untuk memberikan masukan terhadap pembahasan RUU Pendidikan Kedokteran Hewan agar pengembangan sumber daya manusia dokter hewan dapat semakin mendukung kebutuhan nasional.

Menanggapi aspirasi tersebut, Ateng menilai dokter hewan memiliki posisi penting dalam membangun sistem ketahanan pangan yang tidak hanya berorientasi pada produksi, tetapi juga memastikan produk hewani yang dikonsumsi masyarakat aman dan berkualitas.

“Dokter hewan memiliki peran yang sangat penting. Bukan hanya menjaga kesehatan ternak, tetapi juga memastikan keamanan produksi hewani yang akan dikonsumsi masyarakat,” katanya.

Ia mengatakan penguatan protein hewani juga perlu dilakukan melalui pengembangan berbagai potensi ternak lokal. Ia mencontohkan domba Garut yang menurutnya memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai salah satu sumber protein hewani nasional.

“Saya memang berlatar belakang kehutanan, tetapi juga bergelut di bidang domba Garut. Saya punya keinginan agar domba Garut dapat dikembangkan sehingga bisa menjadi salah satu sumber ketahanan pangan berbasis protein hewani,” ujarnya.

Pengembangan ternak lokal harus didukung oleh teknologi dan rekayasa genetika yang tepat agar produktivitas serta kualitas ternak dapat ditingkatkan tanpa mengabaikan karakteristik sumber daya genetik nusantara. Karena itu, ia menyatakan terbuka untuk membangun kolaborasi dengan IKA FKH IPB dan Mossa Genetics dalam pengembangan varietas domba Garut pedaging maupun pengembangan domba dan kambing nusantara.

Ia menegaskan Fraksi PKS siap membuka ruang kerja sama dengan para akademisi, praktisi, dan alumni FKH IPB untuk memperkuat kebijakan pangan berbasis protein hewani. Ia menilai kolaborasi tersebut penting karena persoalan ketahanan pangan tidak dapat diselesaikan hanya melalui peningkatan produksi. Dibutuhkan ekosistem yang melibatkan seluruh pihak hingga masyarakat peternak.

Selain memenuhi kecukupan protein masyarakat, penguatan sektor peternakan juga diharapkan mampu menciptakan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat. Dengan demikian, agenda swasembada pangan asal hewan dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan peternak dan penguatan ekonomi lokal.

“Kami siap bekerja sama untuk kemajuan kemandirian pangan berbasis protein hewani. Kita ingin memastikan masyarakat mendapatkan protein yang cukup dan aman, sekaligus memberdayakan secara sosial dan ekonomi,” pungkasnya.