Logo Fraksi PKS

Website Resmi
Fraksi Partai Keadilan Sejahtera

Fraksi PKS Kreatif, Atraktif, Substantif

Netty Dorong SMK Go Global Perkuat Perlindungan Pekerja Migran dari Hulu ke Hilir

 

Facebook Twitter WhatsApp Telegram

Jakarta (01/09) — Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PKS, Netty Prasetiyani, dari Dapil Jawa Barat VIII, mendorong pemerintah memperkuat pelaksanaan program SMK Go Global sebagai upaya meningkatkan kompetensi sekaligus memberikan perlindungan menyeluruh bagi calon Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Hal tersebut disampaikan Netty dalam sesi PKS Legislative Report jelang Rapat Paripurna ke-4 DPR RI Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026/2027 di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (01/09).

Netty mengapresiasi peluncuran program SMK Go Global yang dinilainya menjadi langkah strategis untuk mempersiapkan masyarakat yang memilih bekerja di luar negeri. Ia mendorong pemerintah meningkatkan minat masyarakat mengikuti program tersebut, mengingat masih terbatasnya kesempatan kerja di dalam negeri.

“Tidak dapat dipungkiri begitu banyak masyarakat yang tidak mendapatkan kesempatan bekerja di dalam negeri, sehingga salah satu jawabannya adalah bermigrasi kerja ke luar negeri. Namun bermigrasi kerja ke luar negeri harus dipastikan mereka berangkat bekerja dengan aman, pekerjaannya betul-betul ada, bukan hanya scamming atau kemudian bekerja di pusat perjudian online,” ujar Anggota DPR RI Dapil Jawa Barat VIII tersebut.

Menurut Netty, SMK Go Global harus mampu memastikan calon PMI memiliki keterampilan dan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan pekerjaan di negara tujuan. Kompetensi tersebut juga perlu diperkuat melalui sertifikasi agar pekerja memiliki pengakuan atas keahlian yang dimilikinya.

Selain peningkatan kompetensi, Netty menekankan pentingnya sistem perlindungan dari hulu hingga hilir. Calon PMI harus berangkat dengan tujuan negara, jenis pekerjaan, serta jabatan yang jelas dan selama bekerja tetap memiliki akses terhadap perwakilan Indonesia maupun unit yang dapat memberikan bantuan di negara tujuan.

“SMK Go Global diharapkan mampu memberikan pelindungan dari hulu ke hilir. Jadi berangkatnya sudah dengan tujuan tertentu, ke negara tertentu, dengan jenis pekerjaan dan jabatan tertentu,” jelasnya.

Netty juga mendorong agar perlindungan tidak berhenti ketika masa kerja berakhir. Menurutnya, calon PMI perlu mendapatkan pelatihan kewirausahaan sebelum kembali ke Indonesia sehingga tabungan yang diperoleh selama bekerja dapat menjadi modal untuk membangun usaha dan memperkuat perekonomian keluarga.

“Ketika pulang ke tanah air, membawa sejumlah tabungan, mereka tidak hanya mantap atau makan tabungan, tapi mereka tahu apa yang harus mereka kembangkan dari usaha mereka, kerja keras mereka selama dua tahun, sehingga tetap bisa membangun perekonomiannya bersama keluarga tercintanya di rumah,” pungkas Netty.