Jakarta (19/08)— Ahmad Heryawan, Ketua Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR RI sekaligus Anggota DPR RI Fraksi PKS dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Barat II, menyampaikan pandangannya mengenai ukuran keberhasilan pembangunan dalam sesi PKS Legislative Report jelang Rapat Paripurna ke-2 DPR RI Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026/2027 di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (18/08).
Ahmad Heryawan menilai keberhasilan pembangunan perlu dilihat dari dampaknya secara langsung terhadap kehidupan masyarakat. Menurutnya, terdapat tiga ukuran mikro yang perlu menjadi perhatian, yaitu penurunan kemiskinan, pengurangan pengangguran, serta kelestarian lingkungan.
“Ukuran keberhasilan pembangunan yang paling mikro, yang pertama, bebasnya masyarakat dari kemiskinan. Paling tidak kemiskinan makin berkurang. Yang kedua, masyarakat Indonesia jelas-jelas mendapatkan kesejahteraan, dengan pekerjaan yang baik, sehingga pengangguran makin berkurang bahkan hampir hilang,” ujar Ahmad Heryawan.
Ia juga menekankan pentingnya kelestarian lingkungan sebagai bagian dari keberhasilan pembangunan. Menurutnya, lingkungan merupakan pemasok kehidupan karena kelestarian hutan dan sumber daya alam berperan dalam menjaga ketersediaan air, pangan, serta kebutuhan dasar masyarakat.
“Kenapa dimasukkan yang ketiga adalah kelestarian lingkungan? Sebab lingkungan itu pemasok kehidupan. Kalau pemasok kehidupannya rusak, maka kehidupannya pun akan rusak,” ujar Anggota DPR RI Dapil Jawa Barat II tersebut.
Selain aspek pembangunan material, Ahmad Heryawan menekankan pentingnya memadukan profesionalisme dengan ketakwaan dalam membangun bangsa. Menurutnya, kemampuan mengelola sumber daya alam perlu berjalan beriringan dengan pembentukan generasi yang memiliki moral dan ketakwaan.
“Saya ingin ada satu hal yang penting saya kemukakan bahwa ada hal penting sebetulnya selain profesionalisme anak-anak bangsa kita ke depan mengelola sumber daya alam untuk kemakmuran, yaitu ketakwaan kepada Allah SWT,” tegasnya.
Ahmad Heryawan berharap generasi mendatang dapat memadukan kemampuan profesional dengan moral dan ketakwaan, sehingga pembangunan tidak hanya menghasilkan kesejahteraan, tetapi juga kehidupan yang aman dan berkualitas.