Magetan (11/08) — Anak adalah harta paling mahal yang dimiliki oleh sebuah keluarga. Anak adalah penerus masa depan dan cita-cita serta nilai keluarga. Anak harus lebih baik dari orang tuanya untuk urusan agama, pendidikan, kesehatan, dan juga ekonomi. Semua orang tua ingin anaknya bisa mengenyam pendidikan tinggi.
“Pendidikan anak sangat penting bagi penanaman nilai agama dan nilai kehidupan bagi generasi ke depan. Anak yang bertakwa dan berpendidikan kunci menyambut Indonesia Emas 2045,” papar Riyono Caping, Anggota Komisi IV DPR RI Dapil VII Jatim.
Rata-rata pendidikan anak kader di Magetan, Ngawi, Trenggalek, Ponorogo, dan Pacitan sejak jenjang dasar sampai menengah berada di lingkungan pendidikan yang berkualitas. Sekolah Islam menjadi pilihan pendidikan yang merupakan perpaduan nilai nasionalisme dan spiritualitas keagamaan.
“Beban pendidikan setiap tahun bertambah, alokasi anggaran pendidikan tentu yang utama dibanding kebutuhan yang lain. Saya berinisiatif memberikan BMS Caping (Bantuan Masuk Sekolah) yang berupa uang tunai untuk anak-anak kader di dapil. Tujuannya adalah meringankan beban walau tidak bisa banyak,” tambah Riyono Caping.
Bantuan masuk sekolah untuk 100 anak kader yang dimulai saat reses ini akan berlanjut kepada anak kader yang belum menerima secara bertahap. Kepedulian ini akan semakin mengokohkan perjuangan kader dalam melaksanakan agenda dakwah dan partai yang terus bertambah.
“Kader dan struktur sebagai fondasi pemenangan dakwah harus mendapat perhatian utama. Keluarga mereka adalah pilar penting dalam mendukung agenda dakwah. Selain uang bantuan masuk sekolah, saya juga bagikan beras premium kepada keluarga kader,” urai Riyono Caping.
PKS sebagai partai kader harus menyiapkan generasi unggul yang bermula dari pendidikan berkualitas. Inilah kunci perjuangan berkelanjutan bagi masa depan partai dan dakwah. Anak kader harus mengenyam pendidikan sampai level perguruan tinggi.