Ngawi (09/08) — Kunjungan reses ke dapil Ngawi dimanfaatkan oleh Anggota DPR RI Riyono Caping untuk menguatkan kemampuan usaha kecil dan menengah dalam sisi produksi dan pemasaran agar memiliki daya saing lokal sampai nasional bahkan ekspor. Potensi Ngawi sektor budi daya dan tangkap berbasis waduk masih bisa dikembangkan.
“Pelatihan untuk UMKM berbasis perikanan memberikan nilai tambah untuk kualitas produksi dan daya saing agar harganya semakin kompetitif,” papar Riyono Caping, Anggota Komisi IV DPR RI.
Pelatihan ini diikuti oleh 75 peserta dengan basis usaha perikanan yang banyak didominasi oleh ibu-ibu. Banyak peserta yang usahanya berjalan 1 tahun dan ada juga yang sudah 5 tahun lebih dengan pasar lokal dan pasar internasional.
“Kita kenalkan dengan contoh produk berkualitas ekspor, ada udang krispi yang sudah tembus pasar ASEAN seperti Malaysia. Bahan baku berkualitas serta kemasan produk yang bagus menjadi syarat untuk harga yang bagus,” tambah Riyono.
Pelatih sekaligus pengusaha lokal Ngawi, Mbak Fransiska, memberikan tips dan pelajaran bagaimana bertahan di saat sulit dan mengembangkan usaha dengan mengikuti berbagai kegiatan nasional dan penawaran ekspor ke Cina.
Menurut Riyono Caping, usaha UMKM yang mampu bertahan saat ini apalagi bisa ekspansi harus terus dibina dan didampingi untuk menghasilkan omzet berkualitas dengan harga tinggi. Jika usaha UMKM berjalan, maka fondasi ekonomi nasional akan semakin kokoh.
“Usaha UMKM harus terus dilayani, diberdayakan, serta dibela untuk mendapatkan berbagai akses bahan baku, kredit pemerintah tanpa agunan, pasar, serta keberpihakan negara secara nyata,” tutup Riyono Caping, Anggota Komisi IV DPR RI asal Magetan.
Pelatihan yang diselenggarakan bersama DPD PKS Ngawi serta dihadiri oleh kader pengusaha UMKM serta pelaku usaha yang dilibatkan untuk menambah pengetahuan dan pengalaman dalam berwirausaha.