Logo Fraksi PKS

Website Resmi
Fraksi Partai Keadilan Sejahtera

Fraksi PKS Kreatif, Atraktif, Substantif

Ahmad Heryawan Dorong Kopi Jadi Tanaman Pangan Strategis, Dinilai Bisa Perkuat Ketahanan Pangan dan Konservasi

 

Facebook Twitter WhatsApp Telegram

Bandung (25/07) — Ketua Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR RI, Ahmad Heryawan, mendorong pemerintah menjadikan kopi sebagai bagian dari tanaman pangan strategis yang tidak hanya berkontribusi terhadap ketahanan pangan, tetapi juga mendukung konservasi lingkungan dan memperkuat industri nasional.

Hal tersebut disampaikan Ahmad Heryawan saat menghadiri Festival Aspirasi BAM DPR RI di Soreang, Kabupaten Bandung, Minggu (19/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi ruang dialog antara masyarakat dengan DPR RI untuk menyerap berbagai aspirasi yang selanjutnya akan diteruskan kepada komisi terkait maupun kementerian dan lembaga pemerintah.

Menurut Ahmad Heryawan, BAM DPR RI merupakan alat kelengkapan dewan yang memiliki tugas menerima, menghimpun, mengkaji, serta menindaklanjuti aspirasi masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia.

“Melalui Festival Aspirasi ini kami ingin mendengar langsung berbagai kebutuhan masyarakat. Aspirasi yang masuk akan dikaji dan diteruskan kepada komisi maupun kementerian atau lembaga yang berwenang agar dapat menjadi bahan penyusunan kebijakan,” ujar Ahmad Heryawan.

Kopi Dinilai Miliki Peran Strategis

Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Heryawan mengangkat tema “Kopi sebagai Tanaman Pangan, Konservasi, dan Industri.” Ia menilai kopi memiliki nilai strategis yang jauh melampaui fungsi sebagai minuman.

Menurutnya, kopi merupakan komoditas bernilai ekonomi tinggi yang mampu meningkatkan kesejahteraan petani. Di sisi lain, tanaman kopi banyak dibudidayakan di kawasan pegunungan dan daerah resapan air sehingga turut berkontribusi dalam menjaga kelestarian lingkungan.

“Selama ini masyarakat lebih mengenal kopi sebagai minuman. Padahal kopi memiliki potensi besar sebagai komoditas unggulan yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, memperkuat industri hilir, dan menjaga kelestarian lingkungan,” katanya.

Selain aspek ekonomi dan lingkungan, Ahmad Heryawan juga menyinggung manfaat kopi bagi kesehatan apabila dikonsumsi secara bijak. Kandungan antioksidan di dalam kopi dinilai dapat membantu menjaga fungsi tubuh, meningkatkan konsentrasi, serta berpotensi menurunkan risiko sejumlah penyakit.

Ia berharap pemerintah dapat memberikan perhatian lebih besar terhadap sektor perkopian nasional melalui kebijakan yang berpihak kepada petani, memperkuat industri kopi, sekaligus meningkatkan daya saing kopi Indonesia di pasar global.

Kabupaten Bandung Dinilai Miliki Potensi Besar

Pada kesempatan yang sama, Bupati Bandung Dadang Supriatna yang diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Bandung, Erwin Rinaldi, menyampaikan apresiasi atas dipilihnya Kabupaten Bandung sebagai lokasi penyelenggaraan Festival Aspirasi BAM DPR RI.

Menurut Erwin, tema kopi, konservasi, dan industri sangat relevan dengan karakteristik Kabupaten Bandung yang memiliki kawasan pegunungan dengan kondisi alam ideal untuk menghasilkan kopi berkualitas.

“Kabupaten Bandung dianugerahi bentang alam yang sangat mendukung pertumbuhan kopi berkualitas. Dari kawasan Ciwidey, Malabar, Kertasari, Pangalengan, Arjasari, Kamojang hingga Cikalong, lahir kopi-kopi unggulan yang telah dikenal di tingkat nasional dan terus kami dorong agar mampu menembus pasar internasional,” ujarnya saat membacakan sambutan Bupati Bandung.

Ia menegaskan, kopi bukan hanya menjadi penggerak ekonomi masyarakat, tetapi juga memiliki peran penting dalam menjaga kawasan hutan dan daerah resapan air melalui praktik budidaya yang berkelanjutan.

“Bagi Pemerintah Kabupaten Bandung, kopi bukan sekadar komoditas pertanian. Kopi adalah identitas daerah, sumber penghidupan masyarakat, penggerak ekonomi kreatif, sekaligus instrumen konservasi lingkungan,” katanya.

Pemkab Bandung Perkuat Ekosistem Kopi

Pemerintah Kabupaten Bandung, lanjut Erwin, terus mengembangkan sektor perkopian secara terpadu, mulai dari peningkatan kualitas budidaya, pengolahan pascapanen, penguatan kelembagaan petani, pemasaran, hingga pembangunan infrastruktur pendukung.

Sebagai simbol komitmen tersebut, Pemkab Bandung telah membangun Monumen Kopi Kabupaten Bandung Mendunia yang berada di depan Kantor Bupati Bandung.

Menurut Erwin, monumen tersebut menjadi representasi semangat para petani, pelaku usaha, komunitas, dan seluruh pemangku kepentingan dalam membangun ekosistem kopi Kabupaten Bandung yang semakin maju dan berdaya saing.

Ia berharap Festival Aspirasi BAM DPR RI mampu menghimpun berbagai masukan dari petani, pelaku UMKM, koperasi, komunitas kopi, hingga masyarakat sehingga dapat menjadi dasar penyusunan kebijakan nasional yang lebih berpihak kepada sektor perkopian Indonesia.

Selain itu, forum tersebut diharapkan memperkuat kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan pelaku industri guna menciptakan nilai tambah, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan daya saing kopi Indonesia di pasar dunia.

Menutup sambutannya, Erwin menyampaikan apresiasi kepada BAM DPR RI atas penyelenggaraan Festival Aspirasi di Kabupaten Bandung dan berharap kegiatan tersebut menghasilkan rekomendasi yang mampu memberikan manfaat nyata bagi kemajuan sektor kopi nasional.

Sementara itu, Ahmad Heryawan menutup rangkaian acara dengan mengajak masyarakat untuk semakin mencintai dan mengonsumsi kopi lokal sebagai bentuk dukungan terhadap petani dan industri kopi Indonesia.

Dengan gaya santai yang disambut tepuk tangan peserta, ia menyampaikan sebuah slogan yang mengundang senyum hadirin.

“Ingat, kopi asli itu digiling, bukan digunting. Mari bangga minum kopi Indonesia dan dukung petani kopi kita,” pungkas Ahmad Heryawan.