Jakarta (21/07) — Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PKS, Muh. Haris, mendorong agar pelaksanaan Program Pemagangan Nasional semakin diarahkan pada peningkatan penyerapan tenaga kerja, khususnya bagi para lulusan baru. Menurutnya, penempatan peserta magang perlu lebih banyak dilakukan di sektor swasta agar peluang peserta untuk direkrut menjadi karyawan setelah masa magang dapat meningkat.
Hal tersebut disampaikan dalam sesi PKS Legislative Report jelang Rapat Paripurna ke-26 DPR RI Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025/2026 pada Selasa (21/07) di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.
Muh. Haris menjelaskan bahwa berdasarkan hasil evaluasi bersama Kementerian Ketenagakerjaan terhadap pelaksanaan anggaran tahun 2025, Program Pemagangan Nasional menunjukkan capaian yang positif. Pada tahun 2025, sekitar 102 ribu lulusan baru mengikuti program magang di kementerian, lembaga pemerintah, perusahaan swasta, maupun satuan pendidikan.
“Salah satu program yang saya kira sangat positif adalah Program Pemagangan Nasional. Pada tahun 2025 terdapat sekitar 102 ribu fresh graduate yang mengikuti program magang di kementerian, lembaga pemerintah, perusahaan swasta, maupun sekolah-sekolah. Dari hasil evaluasi, sekitar 30 persen di antaranya melanjutkan bekerja di tempat magangnya,” ucap Muh. Haris.
Ia menjelaskan bahwa tingkat penyerapan tenaga kerja tersebut masih dapat ditingkatkan. Menurutnya, rendahnya angka konversi di sebagian peserta dipengaruhi oleh mekanisme rekrutmen di instansi pemerintah yang tidak memungkinkan peserta magang langsung diangkat menjadi pegawai. “Karena itu kami berharap pelaksanaan Program Pemagangan Nasional tahun 2026 yang menargetkan sekitar 160 ribu peserta dapat lebih banyak ditempatkan di perusahaan-perusahaan swasta, sekolah, dan lembaga nonpemerintah sehingga peluang untuk direkrut bekerja setelah magang dapat meningkat di atas 30 persen,” ujar Anggota DPR RI Dapil Jawa Tengah I tersebut.
Muh. Haris berharap penyesuaian strategi penempatan peserta magang tersebut dapat memperkuat fungsi Program Pemagangan Nasional sebagai jembatan menuju dunia kerja. Dengan demikian, program ini tidak hanya memberikan pengalaman kerja bagi lulusan baru, tetapi juga berkontribusi nyata dalam meningkatkan kesempatan kerja dan menekan angka pengangguran di Indonesia.