Jakarta (08/07) — Anggota Komisi I DPR RI, Syahrul Aidi Maazat mengecam tindakan pengadangan terhadap ulama kondang Ustadz Abdul Somad (UAS) oleh sekelompok orang di Kutai Barat, Kalimantan Timur.
“Aparat harus melindungi aktivitas dakwah tokoh agama,” ujar Syahrul di Jakarta, Selasa (7/7/2026).
Adapun peristiwa tersebut diketahui terjadi saat UAS hendak melaksanakan agenda dakwah pada awal Juli 2026. Diketahui, kedatangan UAS di Kutai Barat sempat diwarnai aksi penolakan dan pengadangan oleh sejumlah pihak, bahkan sempat terjadi blokade terhadap rombongan dai tersebut sebelum akhirnya kegiatan dakwah tetap berlangsung.
Politikus PKS itu menilai tindakan oknum yang menghalangi aktivitas dakwah merupakan perbuatan yang tidak dapat dibenarkan dalam negara yang menjunjung tinggi kebebasan beragama.
“Tidak ada alasan apa pun untuk menghalangi kegiatan dakwah yang merupakan bagian dari syiar agama,” kata Syahrul Aidi.
Lebih lanjut, ia menegaskan Indonesia sebagai negara yang menjunjung tinggi nilai toleransi tidak boleh tercoreng oleh tindakan-tindakan yang justru merusak harmoni antarumat beragama.
“Jangan sampai kejadian ini menjadi citra buruk dalam menjaga toleransi beragama serta aktivitas dakwah para tokoh agama di Indonesia,” ujarnya.
Syahrul Aidi juga meminta aparat kepolisian untuk mengambil langkah yang bijak dan proaktif dalam menyikapi dinamika yang berkembang di masyarakat, agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
“Kita semua inginkan adanya perlindungan oleh aparat terhadap aktivitas tokoh agama dalam menjaga umat,” tambahnya.
Ia menekankan bahwa negara harus hadir dalam menjamin kebebasan beribadah dan berdakwah, sekaligus menjaga ketertiban serta persatuan di tengah masyarakat yang majemuk.
Peristiwa pengadangan terhadap UAS ini pun menjadi sorotan publik dan memicu berbagai reaksi, terutama terkait pentingnya menjaga toleransi dan menghormati aktivitas keagamaan di Indonesia.
Meski sempat terjadi aksi penolakan, kegiatan Tablig Akbar yang dihadiri Ustadz Abdul Somad tetap berlangsung sesuai rencana dengan pengamanan aparat.