Logo Fraksi PKS

Website Resmi
Fraksi Partai Keadilan Sejahtera

Fraksi PKS Kreatif, Atraktif, Substantif

Hadapi Musim Kemarau, Nevi Zuairina Minta Pemerintah Perkuat Antisipasi Karhutla

 

Facebook Twitter WhatsApp Telegram

Jakarta (07/07) — Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKS, Nevi Zuairina, meminta pemerintah memperkuat langkah antisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seiring meningkatnya potensi kebakaran pada musim kemarau, khususnya di Provinsi Riau. Hal tersebut disampaikannya dalam sesi PKS Legislative Report jelang Rapat Paripurna ke-24 DPR RI Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025/2026 pada Selasa (07/07), di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Nevi mengungkapkan bahwa berdasarkan kunjungan kerja Komisi IV DPR RI ke Provinsi Riau, daerah tersebut menjadi salah satu wilayah dengan jumlah titik api terbanyak pada tahun ini.

“Kemarin kita di Komisi IV melakukan kunjungan ke Provinsi Riau. Riau adalah provinsi yang paling banyak memiliki titik api selama musim kemarau ini, hampir ada lebih dari 300 hotspot pada tahun 2026. Ditambah lagi adanya pengaruh El Nino yang menyebabkan musim kemarau berlangsung lebih lama dibandingkan musim hujan, khususnya di Provinsi Riau,” ujar Nevi.

Ia meminta Kementerian Kehutanan mengoptimalkan sistem pemantauan titik api melalui aplikasi SiPongi agar setiap potensi kebakaran dapat segera ditangani sebelum meluas.

“Kami menghimbau kepada Kementerian Kehutanan agar menjaga titik-titik api ini sedini mungkin dengan SiPongi. Mereka memiliki sistem yang dapat memberikan data secara cepat mengenai lokasi titik api, sehingga bisa langsung dilakukan tindakan pemadaman,” kata Anggota DPR RI Dapil Sumatera Barat II tersebut.

Selain itu, Nevi juga mengingatkan masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar karena berpotensi menimbulkan dampak lingkungan yang luas, mulai dari pencemaran udara hingga meningkatnya emisi karbon.

“Kami sarankan kepada masyarakat agar jangan membakar lahan. Karena hal itu akan memberikan dampak negatif bagi masyarakat sekitar, meningkatkan emisi CO₂, serta berdampak terhadap lingkungan dan kondisi iklim di masa mendatang,” tegasnya.

Menurut Nevi, upaya menjaga kelestarian hutan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat demi keberlanjutan lingkungan bagi generasi mendatang.

“Perlindungan terhadap hutan ini sesungguhnya adalah untuk masa depan anak cucu kita. Karena itu, persoalan ini perlu menjadi perhatian kita bersama,” tutup Nevi.