Logo Fraksi PKS

Website Resmi
Fraksi Partai Keadilan Sejahtera

Fraksi PKS Kreatif, Atraktif, Substantif

Riyono Cek Langsung Harga Minyakita di Pasar Tradisional, Ingatkan Produsen Jangan Nakal

 

Facebook Twitter WhatsApp Telegram

Semarang (30/06) — Bantuan pangan berupa paket beras dan Minyakita periode Februari–Maret akan selesai pada Juni 2026. Penerima manfaat sebanyak lebih dari 30 juta masyarakat kecil berharap besar bantuan ini dilanjutkan untuk mengurangi beban pengeluaran kepala keluarga.

“Beras dan minyak adalah kebutuhan pangan pokok yang harus dikontrol penuh oleh negara. Penguasaan terhadap komoditas strategis ini memberikan jaminan kepada rakyat terkait harga dan kualitasnya,” papar Riyono Caping, anggota Komisi IV DPR RI dari Dapil Jawa Timur VII.

Keberadaan beras sudah cukup di tingkat petani dan masyarakat dengan harga yang kompetitif serta menguntungkan bagi petani dan konsumen. Jerih payah petani harus dihargai oleh negara dan konsumen juga berhak mendapatkan jaminan kualitas. Tidak boleh ada lagi beras jelek dan tak layak diberikan sebagai bantuan pangan.

“Keberadaan Minyakita harus tetap ada saat dibutuhkan rakyat, di mana pun berada. Bulog, BUMN ID FOOD, serta Bapanas harus mengawal sampai ke titik rakyat membeli. Tidak boleh ada keluhan dan pemain yang memainkan stok maupun harga Minyakita,” papar Riyono Caping.

Riyono mengunjungi Pasar Tradisional Bandungan, Jawa Tengah, untuk mengecek harga bahan pokok berupa sayur, beras, serta Minyakita. Harga sayur cenderung turun, harga buah-buahan stabil, sedangkan Minyakita yang dibanderol dengan HET Rp15.700 sempat kosong selama dua hari dan baru tersedia kembali. Harga jual kepada konsumen sudah mencapai Rp21.000, jauh di atas HET.

“Minyakita harganya jauh di atas HET. Saya beli langsung dari pedagang emperan di lapak pasar tradisional dengan dagangan yang tidak banyak. Dapat hanya satu kardus dengan harga Rp210.000 atau per 1 kg sudah Rp17.500 dan dijual ke konsumen Rp21.000. Ini para pemain bukan di level pedagang kecil. Dari produsen bisa jadi dinaikkan,” analisis Riyono Caping, anggota Komisi IV DPR RI dari Dapil Jawa Timur VII.

Produsen Minyakita yang dipercayakan kepada lebih dari 100 perusahaan harus berkomitmen terhadap penugasan dari negara. Anggaran subsidi untuk rakyat harus benar-benar sampai kepada masyarakat. Bulog sudah berjuang keras untuk mengamankan harga dan stok. Perusahaan harus taat kepada aturan dan mekanisme distribusinya.

“Saya ingatkan kepada para produsen Minyakita, jangan mengkhianati dan memainkan harga sampai ke rakyat. Bantu negara dan rakyat agar harga sesuai HET. Satgas Pangan sebagai garda terdepan harus responsif melihat di mana jalur penyimpangan harga ini,” tutup Riyono Caping.