Pontianak (30/06) — Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi PKS, Alifudin, melaksanakan rangkaian Kunjungan Kerja Pengawasan di Daerah Pemilihan Kalimantan Barat I pada Senin (29/6). Dalam kunjungan tersebut, legislator senior ini menyambangi sejumlah mitra kerja strategis Komisi VII yang berada di Kota Pontianak, di antaranya Sekolah Menengah Teknologi Industri (SMTI) di bawah binaan Kementerian Perindustrian, serta tiga pilar media negara, yaitu LPP TVRI Stasiun Kalbar, LPP RRI Pontianak, dan LKBN Antara Biro Kalbar. Kegiatan ini bertujuan memastikan fungsi pelayanan publik serta pembangunan sektor industri dan informasi berjalan optimal di daerah.
Selama kunjungan berlangsung, Alifudin memanfaatkan momentum tersebut untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus melakukan peninjauan langsung ke berbagai fasilitas dan area perkantoran para mitra kerja. Dengan berkeliling melihat ruang redaksi, studio penyiaran, hingga laboratorium praktik sekolah, ia dapat melihat secara riil kondisi sarana dan prasarana yang ada di lapangan. Peninjauan langsung ini dinilai krusial untuk menginventarisasi kebutuhan mendasar serta kendala teknis yang dihadapi oleh lembaga-lembaga negara tersebut dalam menjalankan tugasnya secara maksimal.
Salah satu poin penting yang menjadi sorotan Alifudin dalam kunjungan kerja ini adalah peran strategis media negara seperti TVRI, RRI, dan Antara di Bumi Khatulistiwa. Mengingat posisi geografis Kalimantan Barat yang berbatasan langsung secara darat dengan negara tetangga, Malaysia, keberadaan media penyiaran nasional bukan sekadar sarana hiburan atau informasi lokal biasa. Menurutnya, media negara mengemban misi vital dalam menjaga kedaulatan informasi nasional, menangkal arus informasi asing, serta memperkokoh rasa nasionalisme di beranda depan Republik Indonesia.
“Kalimantan Barat harus kita dorong bersama menjadi corong kemajuan bagi seluruh daerah perbatasan di Indonesia. Media negara di sini memiliki tanggung jawab besar untuk menyuarakan geliat pembangunan, potensi investasi, serta kearifan lokal kita ke kancah nasional bahkan internasional,” tegas Alifudin di sela-sela kunjungannya.
Alifudin menambahkan bahwa wajah kemajuan Indonesia di mata negara tetangga salah satunya tercermin dari kualitas infrastruktur informasi dan konten penyiaran yang diproduksi oleh stasiun penyiaran publik di wilayah perbatasan.
Untuk mewujudkan visi besar tersebut, Alifudin menyatakan komitmennya di Komisi VII DPR RI untuk memperjuangkan penguatan peran para mitra kerja melalui intervensi berbagai program kerja yang konkret serta dukungan anggaran yang memadai dari pemerintah pusat. Ia menilai alokasi anggaran APBN untuk peningkatan sarana digital penyiaran dan fasilitas pendidikan vokasi di daerah perbatasan harus mendapatkan porsi perhatian khusus. Penguatan anggaran ini sangat penting agar mitra kerja seperti SMTI dan lembaga media nasional di Kalbar mampu beroperasi dengan standar teknologi modern yang kompetitif.
Kunjungan kerja pengawasan ini ditutup dengan komitmen bersama untuk saling bersinergi dalam mengawal arah pembangunan di Kalimantan Barat. Alifudin menegaskan bahwa Fraksi PKS akan terus konsisten membawa hasil temuan lapangan ini ke dalam rapat-rapat kerja di Senayan bersama kementerian terkait. Baginya, investasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) industri melalui SMTI serta penguatan ketahanan informasi melalui media negara merupakan langkah mutlak untuk membawa Kalimantan Barat menuju masa depan yang lebih berdaulat dan maju.