Serang (10/08) — Anggota DPR RI Komisi XI dari Fraksi PKS, Habib Idrus Salim Al Jufri, menegaskan bahwa ukuran keberhasilan seorang pemimpin bukan terletak pada jabatan atau kewenangan yang disandangnya, melainkan pada seberapa besar kebermanfaatan yang mampu ia hadirkan bagi orang lain.
Pesan tersebut disampaikan Habib Idrus saat menjadi pemateri dalam Kembara (Kemah Bela Negara) 2026 di Gunung Malang, Serang, Jumat (7/8/2026). Kegiatan yang mengusung tema “Memimpin dengan Hati, Melayani dengan Kinerja, Menangkan Perubahan” itu diselenggarakan DPD PKS Kabupaten Tangerang dan diikuti ratusan kader.
“Kepemimpinan bukan tentang gelar atau posisi, melainkan tentang amanah dan jejak kemanfaatan nyata, dan yang perlu diingat betul, pemimpin harus bisa melayani bukan dilayani,” kata Habib Idrus di hadapan peserta.
Ia mendorong pergeseran paradigma dari pola memimpin untuk dilayani menuju servant leadership, yakni kepemimpinan yang menempatkan pemimpin sebagai pelayan bagi orang-orang yang dipimpinnya. Menurutnya, karakter melayani harus dimulai dari kesediaan mendengarkan keluhan sebelum mengambil keputusan, didukung empati, ketulusan, integritas, dan kemudahan akses antara pemimpin dan masyarakat.
“Pemimpin suatu kaum adalah pelayan bagi mereka,” ujarnya, mengutip pesan yang menjadi rujukan utama materinya.
Habib Idrus menambahkan bahwa pelayanan tanpa kinerja hanya akan menghasilkan niat baik tanpa dampak nyata. Karena itu, ia mengajak para kader untuk menjadi pemimpin yang mewariskan bukan sekadar bangunan atau simbol fisik, melainkan sistem yang terus bekerja, manusia yang semakin berdaya, dan manfaat yang terus mengalir.
Kembara 2026 sendiri merupakan program pengkaderan dan pelatihan lapangan tahunan yang diselenggarakan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sebagai bagian dari pembinaan kader di tingkat daerah.