Jakarta (30/06) — Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PKS, Netty Prasetiyani, menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya seorang dokter muda di Nusa Tenggara Timur (NTT), yaitu dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni akibat dugaan intimidasi saat menjalankan tugas. Menurutnya, peristiwa tersebut harus menjadi alarm keras bagi pemerintah untuk memperkuat perlindungan terhadap tenaga kesehatan dan tenaga medis di Indonesia.
Pernyataan itu disampaikan Netty dalam sesi PKS Legislative Report menjelang Rapat Paripurna ke-22 DPR RI Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025/2026, Selasa (30/6), di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.
“Secara pribadi dan atas nama Fraksi PKS, kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas berpulangnya salah satu dokter terbaik di Nusa Tenggara Timur, yaitu Dokter Eliza (Icha). Semoga almarhumah mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ujar Netty.
Ia menegaskan bahwa pemerintah, khususnya Kementerian Kesehatan, tidak cukup hanya membangun infrastruktur kesehatan, tetapi juga harus memastikan keselamatan dan kesejahteraan para tenaga kesehatan yang menjadi garda terdepan pelayanan.
“Bangsa yang besar bukan hanya bangsa yang bisa membangun rumah sakit, tetapi juga bangsa yang mampu memberikan perlindungan dan kesejahteraan bagi tenaga kesehatan dan tenaga medis,” tegasnya.
Netty meminta Kementerian Kesehatan memberikan perhatian khusus kepada tenaga kesehatan, peserta pendidikan klinis, serta dokter yang bertugas di unit-unit berisiko tinggi seperti instalasi gawat darurat (IGD), ruang perawatan intensif (ICU), daerah konflik, maupun wilayah terdampak bencana.
“Mereka bukan sekadar menjalankan profesinya, tetapi sedang menjaga amanah, martabat, dan keselamatan manusia. Karena itu negara wajib hadir memberikan perlindungan,” katanya.
Selain itu, Netty mendesak Kementerian Kesehatan melakukan investigasi menyeluruh atas peristiwa tersebut. Menurutnya, kasus ini tidak boleh berhenti sebagai kabar duka semata, melainkan harus menjadi bahan evaluasi serius agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
“Saya meminta Kementerian Kesehatan melakukan investigasi secara menyeluruh. Ini adalah alarm keras yang sudah berkali-kali terjadi. Kalau tidak ditangani secara tuntas, saya khawatir akan mengganggu sistem ketahanan kesehatan nasional kita,” ujarnya.
Netty mengingatkan bahwa Indonesia masih menghadapi persoalan pemerataan distribusi dokter di berbagai daerah. Karena itu, kehilangan tenaga medis yang sedang bertugas merupakan pukulan besar bagi sistem kesehatan nasional.
Ia berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk memperkuat perlindungan kerja, menjamin kesejahteraan tenaga kesehatan, serta menciptakan lingkungan kerja yang aman bagi seluruh tenaga medis.
“Sudah saatnya pemerintah memberikan jaminan perlindungan dan kesejahteraan bagi seluruh tenaga kesehatan kita, agar kita benar-benar memiliki sistem ketahanan kesehatan nasional yang kuat,” pungkasnya.