Logo Fraksi PKS

Website Resmi
Fraksi Partai Keadilan Sejahtera

Fraksi PKS Kreatif, Atraktif, Substantif

BPIP Perkuat Relawan Kebajikan Pancasila di Bantaeng, Meity Tekankan Pentingnya Nilai-Nilai Ideologi Bangsa

 

Facebook Twitter WhatsApp Telegram

Bantaeng (30/06) — Dalam rangka peneguhan nilai-nilai ideologi Pancasila di tengah masyarakat, Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) menggelar Penguatan Relawan Kebajikan Pancasila di Kabupaten Bantaeng pada Minggu, 28 Juni 2026.

Kegiatan itu berlangsung di Gedung Balai Kartini, Jalan Kartini Pallantikang, Kecamatan Bantaeng, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan. Acara tersebut dihadiri ratusan Relawan Kebajikan Pancasila yang merepresentasikan masyarakat dari delapan kecamatan di Kabupaten Bantaeng.

Dimulai pukul 09.00 WITA, kegiatan ini dibuka dengan seremoni penyambutan tamu melalui tradisi sumpah setia ala Makassar yang dikenal dengan Angngaru. Kemudian, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya tiga stanza yang diikuti seluruh peserta dan undangan yang hadir.

Berikutnya adalah sambutan-sambutan. Kesempatan pertama diberikan kepada Wakil Bupati Bantaeng, Sahabuddin. Ia mengatakan sangat menyambut baik kegiatan ini.

“Saya hadir sebagai tanggung jawab mewakili pemerintah daerah. Saya doakan sukses acara ini, lancar semuanya, dan meninggalkan kesan,” ungkapnya di depan seluruh peserta.

Usai sambutan Wakil Bupati, giliran Anggota DPR RI Komisi XIII, Meity Rahmatia, dan Direktur Perencanaan, Standardisasi, dan Kurikulum BPIP, Elfrida Herawati Siregar. Keduanya menekankan tujuan dari kegiatan ini yang selanjutnya mereka paparkan secara lebih mendalam pada sesi diskusi.

Meity memaparkan konsep Pancasila melalui pendekatan atau perspektif agama. Ia mengurai satu per satu lima sila yang langsung dikaitkan dengan ayat-ayat dalam Al-Qur’an. Dari konsep ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah, hingga konsep keadilan. Singkatnya, politisi dari Partai Keadilan Sejahtera itu menekankan bahwa Pancasila sama sekali tidak bertentangan dengan nilai-nilai agama.

“Kenapa bapak dan ibu saya ajak ke tempat ini? Karena banyak di antara kita yang lupa dengan Pancasila sebagai ideologi negara. Konsep ini memiliki makna yang sangat dalam sehingga orang yang Pancasilais bisa disebut sebagai manusia yang ideal. Karena apa? Yaitu pertama, ia manusia yang mengakui ketuhanan. Sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, berarti kita benar-benar meyakini Allah SWT,” paparnya.

Ia juga menyampaikan harapannya langsung kepada masyarakat Bantaeng yang hadir agar menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara.

Sementara itu, melengkapi pemaparan Meity, perwakilan BPIP, Elfrida Herawati Siregar, mengulas sejarah dan filosofi Pancasila. Ia menekankan pentingnya Pancasila sebagai alat pemersatu bangsa Indonesia yang terdiri dari ribuan etnik dan bahasa.

“Dulu pada saat proses perumusan Pancasila, Soekarno awalnya meletakkan di sila pertama itu adalah kebangsaan. Tahu kenapa bapak dan ibu sekalian? Karena saat itu yang ingin dibangun adalah sebuah bangsa,” jelasnya.

Sesi diskusi dalam Penguatan Relawan Kebajikan Pancasila ini berlangsung cukup panjang. Selain Meity dan Elfrida, juga terdapat dua narasumber lainnya yang memberikan wawasan Pancasila dari perspektif akademik, yaitu Muhajir di bidang administrasi publik di Bantaeng dan Sabri, Ketua DPD PKS Bantaeng, yang mewakili partai politik.