Logo Fraksi PKS

Website Resmi
Fraksi Partai Keadilan Sejahtera

Fraksi PKS Kreatif, Atraktif, Substantif

Gempa Sulawesi Tengah, Surahman Hidayat Apresiasi Tim Gabungan dan Minta Kelompok Rentan Diprioritaskan

 

Facebook Twitter WhatsApp Telegram

Jakarta (20/06) — Surahman Hidayat, Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera, menyampaikan duka cita mendalam atas musibah gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang wilayah Sulawesi Tengah pada Selasa, 16 Juni 2026 pukul 10.27 WIB. Gempa berpusat di darat 42 km tenggara Palu dengan kedalaman 10 km, dan hingga kini tercatat lebih dari tujuh ratus gempa susulan.

“Kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas musibah gempa bumi di Sulawesi Tengah. Semoga korban yang wafat diberikan tempat yang mulia di sisi-Nya, serta korban luka berat dan luka ringan segera diberikan kesembuhan oleh Allah,” ujar Surahman.

Musibah gempa bumi di Sulawesi Tengah ini telah menelan korban 3 jiwa meninggal dunia, menyebabkan 17 luka berat, 91 luka ringan, serta lebih dari 6.400 jiwa terdampak. Kerusakan meliputi 1.652 rumah rusak, puluhan sekolah, rumah ibadah, dan fasilitas umum roboh, termasuk kantor pemerintahan. Ribuan warga kini bertahan di tenda pengungsian dengan keterbatasan logistik, air bersih, dan layanan dasar.

Surahman juga menyampaikan apresiasi kepada tim gabungan BPBD, BNPB, TNI, Polri, Basarnas, tenaga medis, relawan, organisasi kemanusiaan, serta masyarakat lokal yang telah bergerak cepat di lapangan. Mereka bekerja tanpa mengenal lelah, mengevakuasi korban, membuka akses jalan, mendistribusikan logistik, dan memberikan pelayanan darurat di tengah keterbatasan.

“Apresiasi yang setinggi-tingginya kami sampaikan kepada tim gabungan yang telah bekerja keras dan bahu-membahu membantu korban tanpa mengenal lelah. Terima kasih telah menjadi garda terdepan yang bahu-membahu mengevakuasi korban, membuka akses jalan, mendistribusikan bantuan, dan memberikan pelayanan darurat di tengah keterbatasan. Semangat gotong royong ini adalah kekuatan bangsa, sebuah teladan yang harus dijaga,” kata Surahman.

Namun, Surahman juga mengingatkan bahwa dalam kondisi keterbatasan, anak-anak, lansia, dan penyandang disabilitas harus mendapatkan perhatian khusus di lokasi pengungsian. Sebagai kelompok yang paling rentan, negara wajib memastikan adanya ruang ramah anak, layanan kesehatan yang memadai, serta pendampingan psikososial agar tidak ada satu pun warga yang terabaikan dalam proses pemulihan.

“Penanganan bencana harus menjadi agenda nasional yang sistematis, bukan sekadar respons darurat. Mitigasi bencana harus diperkuat melalui pembangunan infrastruktur tahan gempa, tata ruang yang berpihak pada keselamatan rakyat, sistem peringatan dini yang efektif, serta pendidikan kebencanaan di sekolah dan masyarakat. Dengan langkah ini, risiko bencana dapat ditekan dan rakyat tidak terus-menerus menjadi korban.”

Surahman juga mengimbau agar masyarakat terdampak gempa Sulawesi Tengah tetap tenang namun tetap waspada terhadap potensi gempa susulan. Ia menekankan pentingnya mengikuti arahan dan instruksi tim gabungan demi menjaga keselamatan diri dalam kondisi darurat bencana. Surahman juga mengajak masyarakat untuk saling menjaga di pengungsian sehingga keselamatan dan kesehatan bersama tetap terjamin.

“Kami juga berdoa semoga Allah memberikan kekuatan, kesabaran, dan ketabahan bagi seluruh korban serta keluarga yang terdampak. Kami juga memanjatkan doa untuk tim gabungan yang telah bekerja tanpa mengenal lelah. Semoga Allah membalas setiap kebaikan mereka dan melindungi langkah mereka,” pungkas Surahman.