Lampung (01/08) — Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) diharapkan juga fokus pada kemanfaatan nyata bagi kehidupan keluarga penerima, selain target memperluas akses masyarakat terhadap layanan kelistrikan. Sebab, keberhasilan program dinilai tidak cukup diukur dari banyaknya sambungan listrik yang terpasang, melainkan dari perubahan yang benar-benar dirasakan masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Junaidi Auly, anggota DPR RI dari Fraksi PKS asal pemilihan Provinsi Lampung saat menyosialisasikan Program BPBL kepada masyarakat di daerah pemilihannya. Menurutnya, listrik merupakan kebutuhan dasar yang dapat membuka peluang bagi meningkatnya kualitas hidup, mulai dari mendukung kegiatan belajar anak, memberikan rasa aman melalui instalasi yang sesuai standar, hingga membuka ruang bagi tumbuhnya usaha-usaha produktif di tingkat rumah tangga.
“Tujuan akhirnya bukan sekadar menghadirkan sambungan listrik baru, tetapi memastikan masyarakat dapat memanfaatkan listrik untuk meningkatkan kesejahteraan keluarganya,” ujar Junaidi.
Dalam dialog bersama warga di Kecamatan Seputih Banyak, Lampung Tengah, perhatian juga mengarah pada pelaksanaan program di lapangan. Sejumlah masyarakat menyampaikan harapan agar proses penetapan penerima manfaat dan pemasangan instalasi dapat berjalan lebih cepat sehingga manfaat program tidak harus menunggu terlalu lama untuk dirasakan.
Menanggapi hal tersebut, Junaidi Auly menilai akurasi pendataan menjadi faktor penting agar BPBL benar-benar menjangkau masyarakat yang berhak menerima bantuan. Penggunaan data berbasis desil, menurutnya, perlu terus diperkuat melalui verifikasi dan validasi di lapangan dengan melibatkan pemerintah daerah, pemerintah desa, serta unsur masyarakat.
Ia juga menyoroti aspirasi warga terkait pelaksanaan pemasangan instalasi listrik yang di sejumlah daerah masih harus menyesuaikan dengan ketersediaan anggaran pada akhir tahun. Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian agar masyarakat yang telah dinyatakan memenuhi persyaratan tidak menunggu terlalu lama untuk memperoleh kepastian layanan.
“Ketika data sudah dinyatakan memenuhi syarat, masyarakat tentu berharap proses pemasangan juga dapat segera direalisasikan. Perencanaan dan pengalokasian anggaran yang lebih baik akan membuat manfaat program lebih cepat dirasakan oleh masyarakat,” ungkap Junaidi.
Menurutnya, keberhasilan BPBL akan lebih bermakna apabila ketepatan sasaran diikuti dengan ketepatan waktu pelaksanaan. Dengan demikian, program ini tidak hanya menghadirkan akses listrik yang lebih luas, tetapi juga memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pelayanan publik.
Di akhir kegiatan, Junaidi Auly mengajak seluruh calon penerima manfaat memanfaatkan sambungan listrik secara bijaksana dan produktif. Listrik, menurutnya, bukan sekadar sumber penerangan, melainkan modal untuk membangun kehidupan yang lebih baik bagi keluarga.
Melalui pelaksanaan yang tepat sasaran, didukung data yang akurat, serta realisasi yang lebih cepat, BPBL diharapkan benar-benar menjadi program yang menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, sekaligus memperkuat komitmen negara dalam memenuhi kebutuhan dasar warganya.