Logo Fraksi PKS

Website Resmi
Fraksi Partai Keadilan Sejahtera

Fraksi PKS Kreatif, Atraktif, Substantif

Meitri Citra Wardani Dorong Kolaborasi Pemerintah dan Masyarakat Kurangi Sampah di Kabupaten Madiun

 

Facebook Twitter WhatsApp Telegram

Madiun (01/08) — Anggota Komisi XII DPR RI, Meitri Citra Wardani, bersama Kementerian Lingkungan Hidup menggelar Sosialisasi Pengurangan Sampah dan Pembinaan Kelompok Masyarakat di Hotel Merdeka, Kota Madiun, Jawa Timur.

Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 100 peserta yang terdiri atas pegiat lingkungan dan aktivis bank sampah dari wilayah Madiun dan sekitarnya. Sosialisasi ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengurangan dan pengelolaan sampah, sekaligus memperkuat kapasitas kelompok masyarakat sebagai penggerak pelestarian lingkungan.

Dalam sambutannya, Meitri menegaskan bahwa persoalan sampah membutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, kelompok masyarakat, pelaku usaha, dan warga.

“Persoalan sampah tidak mungkin diselesaikan oleh pemerintah saja. Dibutuhkan keterlibatan masyarakat yang dimulai dari kebiasaan sederhana, seperti mengurangi sampah, memilah sampah sejak dari rumah, serta mendukung kegiatan bank sampah di lingkungan masing-masing,” ujar Meitri dalam keterangannya, Sabtu (1/8/2026).

Politisi PKS tersebut menjelaskan, kegiatan sosialisasi tidak hanya menjadi ruang penyampaian materi mengenai pengurangan sampah, tetapi juga menjadi ajang untuk menjembatani aspirasi masyarakat kepada Kementerian Lingkungan Hidup secara langsung.

Melalui Komisi XII DPR RI, perwakilan Kementerian Lingkungan Hidup dihadirkan untuk mendengarkan berbagai masukan, kendala, dan kebutuhan yang dihadapi para pegiat lingkungan serta pengelola bank sampah di lapangan.

“Kami ingin para aktivis bank sampah dapat menyampaikan secara langsung persoalan yang mereka hadapi kepada Kementerian Lingkungan Hidup. Dengan demikian, kebijakan dan program pemerintah dapat disusun berdasarkan kebutuhan nyata masyarakat,” kata Meitri.

Menurutnya, para pegiat lingkungan dan aktivis bank sampah merupakan mitra strategis pemerintah dalam mendorong perubahan perilaku masyarakat. Mereka tidak hanya berperan mengurangi timbulan sampah, tetapi juga memberikan edukasi, membangun kebiasaan memilah sampah, dan mengembangkan nilai ekonomi dari sampah yang masih dapat dimanfaatkan.

Namun, lanjut Meitri, berbagai kelompok masyarakat masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari keterbatasan sarana dan prasarana, lemahnya kelembagaan, kurangnya pendampingan, hingga terbatasnya akses terhadap pasar hasil pengolahan sampah.

Karena itu, ia mendorong Kementerian Lingkungan Hidup agar memperkuat pembinaan dan pendampingan kepada bank sampah serta kelompok masyarakat secara berkelanjutan.

“Pembinaan tidak boleh berhenti setelah kegiatan sosialisasi. Kelompok masyarakat perlu memperoleh pendampingan, pelatihan, penguatan kelembagaan, dukungan sarana, serta akses terhadap program-program pemerintah,” tegasnya.

Meitri juga mengajak masyarakat untuk mengubah cara pandang terhadap sampah. Sampah tidak semata-mata menjadi barang buangan, tetapi dapat dikelola kembali menjadi produk yang memiliki manfaat dan nilai ekonomi.

Sampah organik, misalnya, dapat diolah menjadi kompos, sedangkan sampah anorganik yang masih bernilai dapat dikumpulkan dan dikelola melalui bank sampah. Langkah tersebut dinilai dapat membantu mengurangi jumlah sampah yang berakhir di tempat pemrosesan akhir.

“Gerakan pengurangan sampah harus dimulai dari sumbernya, terutama rumah tangga. Apabila pemilahan dilakukan secara konsisten oleh setiap keluarga, beban pengelolaan sampah di tingkat daerah akan jauh berkurang,” jelasnya.

Sebagai anggota Komisi XII DPR RI yang membidangi lingkungan hidup, Meitri menyatakan akan terus mengawal aspirasi para pegiat lingkungan agar memperoleh perhatian dan tindak lanjut dari pemerintah.

Ia berharap dialog langsung antara masyarakat dan Kementerian Lingkungan Hidup dalam kegiatan tersebut dapat menghasilkan program yang lebih tepat sasaran dan sesuai dengan kondisi pengelolaan sampah di daerah.

“Kami berharap pertemuan ini tidak hanya meningkatkan kesadaran lingkungan, tetapi juga melahirkan kolaborasi dan langkah konkret. Aspirasi yang disampaikan para pegiat lingkungan harus menjadi bahan evaluasi dan pertimbangan bagi pemerintah dalam memperkuat kebijakan pengurangan sampah,” ujarnya.

Meitri meyakini bahwa kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat merupakan kunci untuk mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

“Dengan dukungan pemerintah dan partisipasi aktif masyarakat, bank sampah dapat semakin berkembang dan menjadi bagian penting dalam membangun ekonomi sirkular di daerah,” pungkasnya.