Sumedang (14/06) — Anggota DPR RI Fraksi PKS dari Daerah Pemilihan Jawa Barat IX (Sumedang, Majalengka, dan Subang), Ateng Sutisna, mendorong penguatan gerakan penghijauan dan pertanian berkelanjutan sebagai bagian dari upaya menjaga kelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tingkat Kabupaten Sumedang yang dirangkaikan dengan kegiatan penanaman bibit cengkeh dan panen raya buncis dalam rangka Kunjungan Daerah Pemilihan (Kundapil) di Desa Jayamekar, Kecamatan Cibugel, Kabupaten Sumedang, Sabtu (13/6/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur pemerintah daerah (Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Pertanian), tiga anggota DPRD Sumedang, Forkopimcam Cibugel (camat, kapolsek, dan danramil), kepala desa dan jajarannya, kelompok tani, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen yang memiliki perhatian terhadap pelestarian lingkungan dan pengembangan sektor pertanian.
Ateng menegaskan bahwa peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia harus menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran kolektif bahwa menjaga lingkungan tidak dapat dipisahkan dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, pelestarian lingkungan dan pembangunan ekonomi harus berjalan beriringan melalui pemanfaatan sumber daya alam yang berkelanjutan.
“Menjaga lingkungan bukan hanya soal melestarikan alam, tetapi juga memastikan masyarakat memiliki sumber penghidupan yang berkelanjutan. Karena itu, kegiatan penanaman pohon produktif seperti cengkeh memiliki nilai ekologis sekaligus nilai ekonomi bagi masyarakat,” ujar Ateng.
Ia menjelaskan bahwa pohon cengkeh tidak hanya berfungsi sebagai tanaman produktif yang memberikan nilai tambah ekonomi bagi petani, tetapi juga berperan dalam menjaga tutupan lahan, mengurangi risiko erosi, serta mendukung keseimbangan ekosistem di wilayah perbukitan dan pedesaan.
Menurutnya, upaya penghijauan harus terus diperluas dengan melibatkan masyarakat sebagai pelaku utama. Program penanaman tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial, melainkan harus diikuti dengan pemeliharaan, pendampingan, serta penguatan kapasitas petani agar manfaat lingkungan dan ekonomi dapat dirasakan secara berkelanjutan.
“Menanam pohon adalah investasi jangka panjang. Ketika pohonnya tumbuh, lingkungan menjadi lebih baik, sumber air lebih terjaga, dan pada saat yang sama masyarakat memperoleh manfaat ekonomi dari hasil yang dipanen,” katanya.
Ateng juga mengapresiasi panen raya buncis yang dilaksanakan dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, keberhasilan sektor pertanian menjadi bukti bahwa pembangunan lingkungan dan peningkatan produktivitas pertanian dapat berjalan secara bersamaan apabila didukung oleh pengelolaan sumber daya alam yang baik.
Sebagai Anggota Komisi XII DPR RI yang membidangi energi, lingkungan hidup, dan investasi, Ateng menegaskan bahwa pelestarian lingkungan harus menjadi bagian penting dari agenda pembangunan nasional. Menurutnya, upaya menjaga tutupan lahan, memperkuat ketahanan pangan, dan meningkatkan kesejahteraan petani merupakan langkah nyata untuk mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan berkeadilan.
“Lingkungan yang terjaga akan melahirkan pertanian yang produktif. Pertanian yang kuat akan memperkuat ekonomi masyarakat. Inilah fondasi pembangunan berkelanjutan yang harus terus kita dorong bersama,” tegasnya.
Ateng berharap peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Kabupaten Sumedang tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi mampu melahirkan gerakan nyata yang mendorong penghijauan, menjaga kelestarian lingkungan, serta memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat melalui sektor pertanian.
“Menjaga alam berarti menjaga masa depan. Apa yang kita tanam hari ini bukan hanya untuk dinikmati saat ini, tetapi juga menjadi warisan bagi generasi yang akan datang,” pungkasnya.