Tegal (15/08) — Anggota Komisi X DPR RI, Abdul Fikri Faqih, menghadiri peluncuran buku biografi maestro Tari Endel bertajuk “SAWITRI: Aku Ingin Menari Sampai Mati” di Lasnur Convention Hall, Slawi, Kabupaten Tegal, pada Selasa (11/8/2026).
Momen ini sekaligus menegaskan komitmen Komisi X DPR dalam mengawal pemanfaatan Dana Indonesia Raya, yang sebelumnya dikenal sebagai Dana Indonesiana, untuk memajukan literasi dan kebudayaan daerah.
Buku karya Sigit Pamungkas dan Ubaidillah tersebut berhasil diterbitkan melalui dukungan pendanaan program Dana Indonesiana tahun 2025. Menanggapi capaian tersebut, Fikri memberikan apresiasi tinggi kepada para penulis dan budayawan yang terus berdedikasi merawat warisan sejarah lokal Tegal.
“Negara harus bersyukur dengan hadirnya para budayawan yang memberikan nuansa sejuk dengan karya budayanya di saat suasana politik sedang menghangat,” tegas Fikri dalam sambutannya.
Fikri berharap buku biografi ini tidak sekadar menjadi bahan bacaan, tetapi mampu menjadi warisan literasi yang menginspirasi generasi mendatang untuk terus mencintai dan menjaga budaya Tegal.
Terkait dukungan pendanaan kebudayaan tersebut, Fikri memaparkan bahwa Komisi X DPR RI memiliki peran strategis dalam mengawal transformasi Dana Indonesiana yang kini disebut Dana Indonesia Raya.
Pada tahun 2026 ini, Komisi X secara penuh telah menyetujui usulan lonjakan anggaran hingga lebih dari 690 persen agar dana abadi kebudayaan mampu mengakomodasi program strategis skala nasional maupun lokal.
Selain advokasi anggaran, Komisi X juga memperketat fungsi pengawasan tata kelola terhadap Kementerian Kebudayaan. Parlemen secara tegas mendesak adanya penyederhanaan birokrasi pencairan Dana Indonesia Raya.
Langkah ini diambil agar dana tersebut tidak hanya didominasi organisasi besar, tetapi mudah diakses oleh seniman daerah, maestro tradisi, masyarakat adat, hingga komunitas budaya di akar rumput.
Komisi X DPR RI bertindak sebagai penyeimbang guna memastikan pemerataan ekosistem budaya berjalan maksimal, termasuk mendanai riset kebudayaan dan mengintegrasikan pengetahuan lokal ke dalam kurikulum pendidikan di luar kota-kota besar.
Acara peluncuran buku biografi sang maestro ini berlangsung meriah dan dihadiri oleh sejumlah tokoh penting. Turut hadir dalam acara tersebut Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman, serta jajaran seniman dan budayawan dari wilayah Kabupaten dan Kota Tegal, salah satunya Ki Haryo Susilo Enthus Susmono.