Logo Fraksi PKS

Website Resmi
Fraksi Partai Keadilan Sejahtera

Fraksi PKS Kreatif, Atraktif, Substantif

Amin Ak: Munculnya Tagline “Sell Indonesia” Harus Direspons dengan Kebijakan Pemulihan dan Penguatan Kepercayaan Pasar

 

Facebook Twitter WhatsApp Telegram

Jakarta (09/06) — Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PKS, Amin Ak, menilai dinamika yang terjadi di pasar keuangan dalam beberapa waktu terakhir perlu disikapi dengan cara memulihkan dan memperkuat kepercayaan pelaku pasar, investor, dan masyarakat terhadap prospek perekonomian Indonesia.

Menurut Amin, berbagai sentimen yang berkembang di pasar, termasuk munculnya istilah “Sell Indonesia”, hendaknya dibaca sebagai masukan yang perlu dijawab dengan penguatan komunikasi kebijakan dan langkah-langkah strategis yang semakin mempertegas arah pembangunan ekonomi nasional.

“Indonesia memiliki fondasi ekonomi yang cukup kuat, baik dari sisi pertumbuhan, sektor keuangan, maupun daya tahan terhadap berbagai gejolak global. Namun, dalam situasi ketidakpastian global yang masih tinggi, penguatan kepercayaan pasar tetap menjadi faktor penting yang perlu terus dijaga bersama,” ujarnya.

Ia mengapresiasi berbagai upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional. Namun, upaya tersebut harus dibarengi dengan penguatan komunikasi secara lebih intensif kepada publik dan pelaku pasar mengenai arah kebijakan ekonomi, prioritas pembangunan, serta strategi menjaga keberlanjutan fiskal negara.

“Pasar pada dasarnya membutuhkan kepastian dan konsistensi. Oleh karena itu, penyampaian roadmap kebijakan ekonomi yang jelas akan membantu meningkatkan keyakinan investor sekaligus memperkuat optimisme terhadap prospek ekonomi Indonesia dalam jangka panjang,” bebernya.

Amin juga mendorong percepatan berbagai agenda reformasi ekonomi yang selama ini menjadi perhatian dunia usaha, mulai dari peningkatan kemudahan investasi, penguatan sektor industri nasional, pengembangan sumber daya manusia, hingga peningkatan daya saing ekonomi Indonesia di tingkat global.

Selain itu, menurutnya, sinergi yang kuat antara pemerintah, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, Lembaga Penjamin Simpanan, serta seluruh pemangku kepentingan ekonomi perlu terus diperkuat agar stabilitas ekonomi nasional tetap terjaga.

“Kita memiliki pengalaman dan kapasitas yang cukup untuk menghadapi berbagai tantangan ekonomi global. Yang penting adalah menjaga koordinasi, memperkuat kepercayaan, dan memastikan seluruh kebijakan berjalan secara konsisten sehingga masyarakat maupun pelaku pasar memperoleh keyakinan yang kuat terhadap arah ekonomi nasional,” lanjutnya.

Ia menegaskan bahwa Indonesia tetap memiliki potensi besar untuk menjadi tujuan investasi dan pusat pertumbuhan ekonomi di kawasan. Karena itu, seluruh pihak perlu menjadikan berbagai dinamika pasar sebagai pengingat untuk terus memperkuat kualitas kebijakan, tata kelola, dan komunikasi ekonomi nasional.

“Kita optimistis terhadap masa depan ekonomi Indonesia. Tugas kita bersama adalah menjaga optimisme tersebut dengan kerja nyata, tata kelola yang baik, serta kebijakan yang mampu memberikan kepastian bagi dunia usaha dan masyarakat,” pungkasnya.