Jakarta (29/05) — Petugas PLBN Skouw bersama unsur TNI dan Polri berhasil menggagalkan upaya penyelundupan ganja seberat 2.155,6 gram di perbatasan Indonesia–Papua Nugini pada 1 Mei 2026. Dua terduga pelaku warga negara asing melarikan diri kembali ke wilayah Papua Nugini setelah meninggalkan motor dan barang bawaan saat melihat ketatnya pemeriksaan di area PLBN.
Kepala PLBN Skouw, Ni Luh Puspa Jayaningsih (04/06/2026), menyatakan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil sinergi lintas instansi dalam sistem pengawasan berlapis di pintu perlintasan. Barang bukti tersebut kini telah diserahkan kepada pihak Bea Cukai dan kepolisian untuk penanganan lebih lanjut. Pemerintah berkomitmen terus memperkuat kolaborasi CIQS guna memastikan kawasan perbatasan tetap aman dari peredaran narkotika.
Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi PKS, Ahmad Heryawan, mengapresiasi keberhasilan petugas Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Skouw bersama unsur TNI dan Polri dalam menggagalkan upaya penyelundupan ganja seberat 2.155,6 gram di wilayah perbatasan Indonesia–Papua Nugini pada 1 Mei 2026. Keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa sistem pengawasan di kawasan perbatasan berjalan efektif dan menjadi bukti nyata pentingnya sinergi lintas instansi dalam menjaga keamanan negara, khususnya dari ancaman peredaran narkotika lintas negara.
“Keberhasilan PLBN Skouw, TNI-Polri, Bea Cukai, dan instansi terkait lainnya ini patut diapresiasi sebagai bentuk kesiapsiagaan aparat dan bukti bahwa pengawasan berlapis di kawasan perbatasan mampu mencegah masuknya narkotika ke wilayah Indonesia,” ujar Kang Aher saat diwawancarai.
Lebih jauh, mantan Gubernur Jawa Barat dua periode ini menegaskan bahwa kawasan perbatasan merupakan titik strategis yang sangat rentan terhadap berbagai bentuk kejahatan transnasional, termasuk penyelundupan narkotika, perdagangan ilegal, dan penyelundupan barang terlarang lainnya. Karena itu, penguatan sistem pengamanan dan koordinasi antarinstansi harus terus ditingkatkan. Keberhasilan PLBN Skouw bersama TNI, Polri, Bea Cukai, dan unsur terkait lainnya merupakan contoh baik kolaborasi antarlembaga dalam menjaga kedaulatan dan keamanan negara.
“Sinergi CIQS (Customs, Immigration, Quarantine, and Security) harus terus diperkuat agar kawasan perbatasan tidak menjadi celah bagi masuknya narkotika maupun aktivitas ilegal lainnya yang mengancam generasi bangsa,” tegas Ketua Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR RI ini.
Terakhir, Anggota DPR RI Fraksi PKS periode 2024–2029 dari Daerah Pemilihan Jawa Barat II ini mendukung langkah penanganan lanjutan oleh pihak Bea Cukai dan kepolisian terhadap barang bukti yang berhasil diamankan. Ia berharap pengungkapan kasus tersebut dapat menjadi peringatan keras bagi jaringan penyelundupan lintas negara bahwa Indonesia tidak memberi ruang bagi peredaran narkotika.
Selain penguatan keamanan, ia juga menekankan pentingnya pembangunan kawasan perbatasan yang terpadu melalui peningkatan kesejahteraan masyarakat, fasilitas publik, dan pengawasan berbasis teknologi agar masyarakat perbatasan menjadi bagian aktif dalam menjaga wilayah NKRI.
“Perbatasan adalah garda terdepan negara. Penguatan keamanan harus berjalan beriringan dengan pembangunan kesejahteraan masyarakat agar tercipta kawasan perbatasan yang aman, maju, dan bermartabat,” demikian tutup Kang Aher mengakhiri wawancara.