Logo Fraksi PKS

Website Resmi
Fraksi Partai Keadilan Sejahtera

Fraksi PKS Kreatif, Atraktif, Substantif

Optimalkan Pengawasan, HNW Kunjungi Jamaah hingga Petugas Haji di Mekkah

 

Facebook Twitter WhatsApp Telegram

Makkah (25/05) — Wakil Ketua MPR RI sekaligus Anggota Komisi VIII DPR RI dari FPKS, Hidayat Nur Wahid, yang baru kali ini menjadi anggota Tim Pengawas Haji DPR RI, melakukan sejumlah kunjungan pengawasan pelaksanaan haji dengan langsung bertemu, berdialog, dan mendengarkan aspirasi maupun temuan untuk diperjuangkan.

Sesudah tiba di Mekkah pada 21 Mei 2026, HNW, sapaan akrabnya, turun menemui langsung calon jamaah haji, seperti dari Kloter 2 Jakarta yang berada di Sektor 7 Misfalah, Mekkah. Di sana, HNW bertemu dan berdialog dengan ratusan calon jamaah serta ketua kloter, termasuk mendengarkan masukan dan saran dari para ulama yang juga calon haji dari Kloter 2, seperti KH Lutfi Zawawi (Ketua Umum Forum Ulama dan Habaib/FUHAB) dan KH A Nawawi Halim (Ketua Umum MUI Jakarta Selatan).

Dalam kesempatan tersebut, selain mendapatkan masukan dan persoalan untuk disampaikan ke Kementerian Haji, dirinya juga menyampaikan berbagai arahan dan masukan agar para jamaah dapat memaksimalkan keberadaan di Mekkah untuk beribadah dan mempersiapkan diri, baik secara fisik, wawasan perhajian, maupun mental yang tangguh menuju puncak haji di Armuzna. HNW juga mendoakan agar seluruh jamaah diberikan kemudahan dan kesehatan, bisa mendapatkan haji yang maqbul dan mabrur, serta turut mendoakan Indonesia, Gaza, Masjid Al Aqsa, dan Palestina.

“Alhamdulillah bisa bersilaturahim dengan para calon jamaah haji dan para ulama/tokoh pembimbing jamaah dari Jakarta Selatan. Semoga seluruh jamaah diberikan kesehatan dan kemudahan menjelang puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Agar setelah menunggu belasan tahun dan kini bisa ditakdirkan berada di Mekkah, maka penting dimaksimalkan agar bisa dikaruniai haji yang maqbul, sa’yunya masykur, serta doa-doanya diijabah Allah SWT, dan terus terbawa sesudah pulang ke Indonesia,” ujar Hidayat dalam keterangannya di Mekkah, Ahad (24/5).

Selain melakukan silaturahim dan kunjungan pengawasan, HNW bersama Yasdar selaku Petugas Penyelenggara Ibadah Haji juga mendatangi Kloter 27 Jakarta Selatan yang tinggal di kawasan Misfalah, Mekkah, untuk bertemu keluarga almarhum serta menyampaikan santunan dan takziah atas wafatnya calon jamaah haji asal Jakarta Selatan, M. Firdaus Ahlan dari Kloter 27, yang sebelumnya sempat menjadi perhatian publik karena dinyatakan hilang selama beberapa hari di Mekkah dan baru ditemukan setelah tujuh hari di perbukitan Kuday, Mekkah, dalam keadaan wafat.

“Kita doakan almarhum dikaruniai husnul khatimah, diampuni segala dosanya, diterima amal ibadah dan niat hajinya, serta ditempatkan di tempat terbaik di sisi Allah SWT,” ujar HNW.

Saat kunjungan ke Kloter 27 JKG asal Jakarta Selatan ini, Hidayat bertemu dengan ketua kloter, petugas kesehatan, petugas haji, serta pembimbing ibadah jamaah yang dikenal sebagai tokoh pendakwah perempuan di Jakarta Selatan, Ustadzah Bahijah. Mereka menyampaikan berbagai masukan untuk perbaikan penyelenggaraan haji ke depan, seperti soal lift, mesin cuci, toilet, dan tempat wudhu di pemondokan. Catatan-catatan itu juga langsung disampaikannya kepada pengurus atau penanggung jawab hotel yang ditemui setelah bertemu dengan para tokoh, petugas haji, dan calon jamaah haji.

Saat kunjungan pengawasan ke Kloter 27 Jakarta Selatan, HNW juga bertemu dengan sebagian jamaah haji Kloter 25 yang berasal dari Jakarta Pusat. Kepada semua pihak yang ditemui di Mekkah, HNW memastikan bahwa jamaah haji mendapatkan hak pelayanan terbaik sesuai dengan yang disepakati dalam rapat kerja antara Komisi VIII DPR RI dan Kementerian Haji, baik terkait layanan akomodasi, transportasi, maupun konsumsi.

Selain menemui dan memeriksa kondisi jamaah haji, HNW juga menemui unsur Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi untuk mendengarkan aspirasi dan masukan terkait perbaikan penyelenggaraan ibadah haji, baik yang terjadi sekarang maupun perbaikan untuk penyelenggaraan tahun yang akan datang. Dirinya juga memberikan dukungan dan motivasi kepada PPIH menjelang fase puncak haji 2026.

Menurutnya, tugas PPIH di fase Armuzna nanti cukup berat karena harus siap secara fisik dan mental agar dapat memberikan khidmat atau pelayanan terbaik bagi jamaah haji Indonesia di tengah berkumpulnya jutaan jamaah haji dari berbagai negara di satu kawasan yang relatif terbatas.

“Saya mengapresiasi kinerja keras para petugas haji Indonesia yang terus berusaha menyiapkan dan memberikan pelayanan terbaik bagi jamaah, khususnya menjelang fase puncak haji. Tentu ini harus dijaga dan ditingkatkan, apalagi di saat puncak dan akhir ibadah haji, juga untuk fase sesudah jamaah melaksanakan ibadah haji, sehingga seluruh tugas dapat berjalan lancar dan berakhir dengan husnul khatimah ketika para jamaah haji dari Indonesia dapat menjalankan ibadah dengan aman, nyaman, dan khusyuk sampai nanti mereka kembali ke Indonesia membawa nilai haji mabrur,” pungkasnya.