Jakarta (23/05) — Ikan sebagai sumber protein sangat penting untuk tumbuh kembang anak dan suplai gizi bagi manusia. Sumber protein dari laut melimpah dan cukup untuk memenuhi kebutuhan protein nasional. Selain daging ayam dan sapi, produk kelautan dan perikanan menjadi pilihan tepat bagi semua lapisan masyarakat.
“Produksi nasional perikanan tangkap saja bisa 8 juta ton per tahun. Budidaya tahun 2024 tembus 17,4 juta ton per tahun dengan produksi berkualitas tinggi berupa udang vaname, nila, bandeng, dan lele. Artinya, dari dua sektor saja sudah 25 juta ton lebih, cukup dan bahkan berlebih,” papar Riyono Caping, anggota Komisi IV DPR RI dari Dapil VII Jawa Timur.
Saat kunjungan dapil, Riyono mengadakan kegiatan Sosialisasi Gemar Makan Ikan di Desa Ngancar, Plaosan, bersama Dinas Perikanan Kabupaten Magetan serta anggota DPRD Magetan, dalam bentuk peningkatan literasi tentang pentingnya protein ikan dan pemberian 300 paket ikan kepada masyarakat.
“Saat dialog dengan masyarakat, kita temukan bahwa ikan belum menjadi menu harian mereka, maka stunting tinggi. Ikan belum menjadi menu harian mereka,” tambah Riyono Caping.
Riyono mengaku sudah lama mengusulkan dan mewacanakan gerakan One Day One Fish atau satu hari satu ikan untuk mendukung kesiapan SDM menuju Indonesia Emas 2045. Gerakan ini dinilai bisa menjadi penguatan dari program Gemarikan yang sudah berlangsung lama dan perlu model lain agar efeknya lebih besar.
“Usul kepada Presiden Prabowo agar menyerukan dan menjadikan ikan sebagai lauk dan menu utama dalam pemenuhan gizi masyarakat. Kenapa ikan? Mudah, harga terjangkau, dan barangnya melimpah,” tutup Riyono.