Logo Fraksi PKS

Website Resmi
Fraksi Partai Keadilan Sejahtera

Fraksi PKS Kreatif, Atraktif, Substantif

Cegah Virus Ebola Masuk Indonesia, Nevi Zuairina Minta Barantin Tingkatkan Kewaspadaan

 

Facebook Twitter WhatsApp Telegram

Jakarta (13/06) — Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PKS, Nevi Zuairina, meminta Badan Karantina Indonesia (Barantin) meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat langkah antisipatif guna mencegah masuknya virus Ebola ke Indonesia. Langkah preventif ini dinilai penting menyusul peringatan darurat yang dikeluarkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) terkait penyebaran virus Ebola di sejumlah negara Afrika.

Nevi menjelaskan bahwa Ebola merupakan penyakit akibat infeksi virus dari genus Orthoebolavirus yang berasal dari hewan liar dan dapat menular kepada manusia. Karena itu, pengawasan terhadap lalu lintas hewan, produk hewan, serta komoditas dari negara-negara yang terdampak wabah harus diperketat.

“Virus Ebola berasal dari hewan liar dan dapat menyebar ke manusia. Karena itu, Badan Karantina Indonesia perlu mengantisipasi secara serius, terutama terhadap negara-negara yang saat ini sedang mengalami penyebaran virus tersebut,” ujar Nevi.

Legislator asal Daerah Pemilihan Sumatera Barat II ini menegaskan bahwa Barantin memiliki peran strategis dalam menjaga keamanan hayati nasional (biosecurity). Menurutnya, perlindungan terhadap keanekaragaman hayati Indonesia harus menjadi prioritas agar terhindar dari ancaman penyakit dan hama yang berasal dari luar negeri.

Politisi PKS ini juga mendorong peningkatan kapasitas laboratorium karantina di berbagai wilayah Indonesia melalui sertifikasi internasional.

Menurutnya, keberadaan laboratorium yang memenuhi standar global akan memperkuat kemampuan deteksi dini terhadap berbagai ancaman penyakit.

“Kami meminta agar laboratorium-laboratorium karantina memiliki sertifikasi internasional. Selain itu, pengawasan terhadap barang-barang impor harus didukung oleh sumber daya manusia yang berkualitas dan sistem laboratorium yang kuat,” katanya.

Lebih lanjut, Nevi menilai pengawasan di bandara dan pelabuhan laut relatif berjalan baik. Namun, ia memberikan perhatian khusus terhadap jalur-jalur darat yang dinilai masih memiliki potensi celah masuknya komoditas ilegal maupun ancaman penyakit dari luar negeri.

“Pemerintah harus lebih berhati-hati terhadap jalur darat yang pengawasannya tidak semudah di bandara atau pelabuhan. Jangan sampai kita kecolongan masuknya virus atau hama dari luar yang dapat mengancam kesehatan masyarakat maupun merusak keanekaragaman hayati Indonesia,” tegasnya.

Meski hingga saat ini belum ada laporan resmi mengenai masuknya virus Ebola ke Indonesia, Nevi mengingatkan seluruh pihak agar tidak lengah dan tetap meningkatkan kewaspadaan.

“Walaupun belum ada indikasi Ebola masuk ke Indonesia, kita tetap harus waspada. Penyebarannya kini telah menjangkau negara-negara di luar wilayah asalnya, sehingga langkah antisipasi harus dilakukan sejak dini,” tutup Nevi Zuairina.