Jakarta (21/05) — Raker bersama KKP memberikan evaluasi dan rekomendasi penting untuk kemajuan perikanan kelautan nasional. Mulai dari LHP BPK yang bersifat koreksi atas perjalanan keuangan dan kinerja, serapan APBN 2025, hingga capaian kinerja 2026.
“Catatan BPK atas laporan keuangan KKP bersifat administrasi. Ada 85% yang sudah ditindaklanjuti oleh KKP untuk segera dilengkapi dan diselesaikan, di antaranya mengenai tata kelola pemanfaatan ruang laut dan BBL yang masih belum sinkron dengan potensi PNBP. Perlu lebih ekstra dalam perencanaan,” papar Riyono Caping, anggota Komisi IV DPR RI.
Data dan laporan KKP menunjukkan kinerja yang efisien dari sisi pengelolaan anggaran. Serapan APBN 2025 sebanyak Rp7,97 triliun dari pagu Rp10,02 triliun atau sebesar 79,51% menjadikan KKP harus lebih ekstra kembali untuk mengejar indikator kinerja utama. Ada anggaran lebih dari Rp1 triliun yang tidak terserap karena berbagai faktor.
“Ada anggaran hibah luar negeri berjumlah lebih dari Rp500 miliar yang tidak terserap karena faktor regulasi dan kondisi global saat ini. KKP harus bisa mengantisipasi di tahun depan agar serapan anggaran bisa mencapai minimal 85%,” tambah Riyono.
Selain aspek LHP BPK dan serapan 2025, Komisi IV juga mengapresiasi capaian kinerja PNBP yang mencapai Rp2,3 triliun atau naik 30,78%. Ini merupakan capaian terbesar selama 12 tahun terakhir. Produksi perikanan kelautan juga meningkat 6,83% dari 2024 atau sekitar 26,25 juta ton.
“Kenaikan PNBP sebanyak 30% lebih memberikan indikasi bahwa sektor ini sedang tumbuh dan melakukan akselerasi agar bisa memberikan kesejahteraan kepada nelayan,” papar Riyono, anggota Komisi IV DPR RI.
Kesejahteraan nelayan adalah ruh utama dari arahan Presiden Prabowo dalam mewujudkan Asta Cita pemerataan ekonomi dari perdesaan. Percepatan berbagai program strategis KKP harus terus digenjot agar kesejahteraan nelayan lebih cepat tercapai.
“Kesejahteraan nelayan itu inti dari segala inti program strategis KKP. Percepatan KNMP di tahun 2026 dengan 1.000 titik di seluruh Indonesia harus segera dimulai. Nelayan berharap lahirnya KNMP menjadi mal nelayan dari hulu hingga hilir sektor perikanan kelautan,” jelas Riyono Caping.