Jakarta (21/05) — Anggota Komisi XII DPR RI Fraksi PKS, Jalal Abdul Nasir menyampaikan perhatiannya terhadap target lifting minyak nasional dan penguatan komunikasi publik mengenai energi yang disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi XII DPR RI bersama Ditjen Migas Kementerian ESDM dan SKK Migas.
“Target lifting tahun 2027 diharapkan dapat disusun lebih optimistis agar selaras dengan cita-cita ketahanan energi nasional. Kita tentu ingin Indonesia secara bertahap mampu mengurangi ketergantungan impor minyak,” ujar Jalal Abdul Nasir.
Dalam rapat tersebut, target lifting sebesar 602 ribu hingga 615 ribu barel per hari dinilai masih perlu didorong lebih progresif. Aspirasi itu disampaikan sebagai bentuk dukungan terhadap target jangka panjang produksi nasional mencapai 1 juta barel per hari.
“Kita berharap ada langkah bertahap menuju minimal 650 ribu barel per hari pada 2027, kemudian terus meningkat di tahun berikutnya. Semangat besarnya adalah memperkuat kemandirian energi nasional,” katanya.
Selain lifting migas, perhatian juga diberikan terhadap isu Compressed Natural Gas (CNG) yang berkembang di tengah masyarakat. Penjelasan awal dinilai penting agar publik memperoleh informasi yang jelas dan suasana tetap kondusif.
“Kami berharap pemerintah dapat memberikan penjelasan komprehensif terkait isu CNG. Kejelasan informasi sangat penting agar masyarakat memahami arah kebijakan energi dengan baik,” tutur legislator PKS dari Dapil Jawa Barat VII tersebut.
Komitmen penguatan energi nasional dinilai perlu dibangun melalui kebijakan yang realistis, terukur, dan berpihak pada kepentingan jangka panjang bangsa. Dukungan terhadap langkah pemerintah pun diharapkan terus diperkuat melalui sinergi lintas sektor.
“Ketahanan energi adalah agenda besar nasional. Karena itu, seluruh pihak perlu bersama-sama mendorong kebijakan yang mampu menjaga pasokan energi sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat,” pungkas Jalal Abdul Nasir.