Jakarta (21/05) — Anggota DPR RI dari Partai Keadilan Sejahtera, Meity Rahmatia, turut mengecam pasukan Israel atas penculikan ratusan aktivis kemanusiaan, termasuk warga Indonesia dalam rombongan kapal Sumud Flotilla untuk Palestina.
Menurutnya, tindakan Israel merupakan pelanggaran nyata terhadap kemanusiaan serta hukum internasional.
“Saya mengecam tindakan negara zionis itu. Penculikan yang mereka lakukan terhadap para aktivis adalah tindakan bermusuhan terhadap kemanusiaan dan kepada semua bangsa yang mencintai kemerdekaan dan perdamaian,” ungkapnya.
Armada bantuan kemanusiaan untuk Palestina itu berangkat dari Kota Marmaris, Turki, pada 14 Mei 2026. Rombongan ini terdiri atas 54 kapal dan awak dari sekitar 70 negara. Sebagaimana dilansir berbagai media, dalam rombongan itu terdapat sembilan warga negara Indonesia yang tergabung dalam Global Peace Convoy Indonesia (GPCI).
Empat di antaranya merupakan jurnalis, yakni Bambang Noroyono dan Thoudy Badai Rifan Billah dari Republika, Andre Prasetyo Nugroho dari Tempo TV, serta jurnalis iNews Heru Rahendro. Mereka dilaporkan ditangkap saat armada berada sekitar 310 mil laut dari Gaza di wilayah perairan internasional pada Senin malam (18/5/2026) waktu Jakarta.
Berdasarkan keterangan terakhir dari Kementerian Luar Negeri Indonesia, total warga negara Indonesia yang diculik kini mencapai sembilan orang. Dua di antaranya berasal dari Sulawesi Selatan, yaitu Andi Angga Prasadewa (33) dan Asad Aras Muhammad. Angga merupakan relawan Rumah Zakat dan Asad dari Spirit of Aqsa.
Meity, yang juga berasal dari Sulawesi Selatan, menyampaikan solidaritasnya dan turut berbangga atas aksi kemanusiaan tersebut, serta berharap mereka pulang dalam keadaan selamat.
“Saya selaku legislator yang terpilih dari Sulawesi Selatan ikut berbangga atas tekad, keberanian, dan semangat kemanusiaan yang diperjuangkan oleh kawan-kawan aktivis dari koalisi masyarakat sipil internasional ini, termasuk dua saudara kami dari Sulawesi Selatan,” jelasnya.
Politisi yang dikenal peduli terhadap isu-isu Palestina itu juga menyatakan nama-nama para relawan kemanusiaan tersebut telah dicatat dalam tinta sejarah perjuangan untuk kemerdekaan dan kebebasan rakyat Palestina dari penjajahan zionis.
“Tekad mereka dalam membawa bantuan kemanusiaan ke Gaza dicatat oleh sejarah dan menjadi simbol kepedulian yang kuat dari masyarakat global, termasuk Indonesia, dalam mendukung kemerdekaan dan pembebasan rakyat Palestina dari penindasan,” pungkasnya.