Depok (22/05) — Anggota Komisi V DPR RI, Abdul Hadi, mendukung program rumah susun sederhana sewa (rusunawa) yang menggunakan konsep Transit-Oriented Development (TOD). Menurutnya, konsep TOD dapat menjadi solusi bagi kota dengan tingkat kepadatan penduduk yang tinggi.
“Jabodetabek sangat butuh desain seperti ini (Rusunawa TOD) untuk menyelesaikan masalah kepadatan dan juga polusi,” ujar Hadi saat mengikuti Kunjungan Kerja Spesifik Komisi V ke Rumah Susun Transit-Oriented Development (TOD) di Stasiun Pondok Cina, Depok, Jawa Barat, Jumat (22/05/2026).
Politisi Fraksi PKS tersebut menambahkan bahwa program rusunawa TOD ini bisa menjadi solusi bagi masyarakat yang ingin memiliki hunian dengan harga terjangkau. Terlebih, menurutnya, rusunawa itu berlokasi di sekitar Pondok Cina, Depok, sehingga dapat menekan angka backlog rumah, yaitu kondisi kesenjangan antara jumlah rumah yang tersedia dan jumlah rumah yang dibutuhkan masyarakat.
Selain itu, Hadi juga menyoroti proses pembangunan rusunawa TOD agar tidak mengganggu kenyamanan dan keamanan masyarakat yang hendak menggunakan transportasi umum di Stasiun Pondok Cina.
“Pembangunan rusunawa TOD ini diharapkan juga tidak mengganggu kenyamanan dan keamanan masyarakat pengguna transportasi maupun yang tinggal di sini,” jelas Hadi.
Komisi V sangat mendukung program Rumah Susun Transit-Oriented Development (TOD), sehingga dibutuhkan penguatan regulasi terkait undang-undang perumahan agar dapat terlaksana di berbagai titik.
Pernyataan tersebut juga didukung oleh Anggota Komisi V DPR RI, Teguh Iswara. Teguh menegaskan bahwa rusun TOD harus dapat diperluas ke banyak titik sehingga mampu mengurangi permasalahan backlog perumahan, terlebih pihak pengelola memiliki lahan yang cukup untuk mengembangkan konsep tersebut.
Diketahui, kawasan Transit-Oriented Development (TOD) Pondok Cina di Jalan Margonda Raya, Depok, mengintegrasikan Stasiun KRL Pondok Cina dengan pusat perbelanjaan, hunian apartemen, dan Universitas Indonesia. Terobosan ini mengutamakan konektivitas pejalan kaki melalui fasilitas penyeberangan untuk mengurangi mobilitas kendaraan pribadi.
Adapun komponen utama kawasan meliputi transportasi yang terpusat langsung di Stasiun KRL Pondok Cina, yang terhubung ke jalur utama komuter Jakarta-Bogor.
Selanjutnya, dari sisi konektivitas, terdapat akses langsung (sky bridge) yang menghubungkan stasiun, area komersial, dan kampus Universitas Indonesia. Dari sisi hunian dan komersial, kawasan ini dilengkapi proyek pembangunan rusunami TOD di area lahan PT KAI serta terhubung langsung dengan pusat perbelanjaan Margo City dan Depok Town Square.